20-Something & Beyond: “Hubby and Wifey at War”

It’s true that in married life there are many difficulties; with work, with not having enough money, problems with the children. Many difficulties, and often the husband and wife get irritated and they fight with each other. They argue. There are always fights in a marriage, right?
We shouldn’t be sad about this. This is human nature. The secret is that love is stronger than an argument. And therefore, I always advise married couples: Don’t end your day without making peace.

(Paus Fransiskus, 2014)

Lamanya pacaran ternyata tidak menjamin kehidupan pernikahan menjadi tanpa masalah. Berapapun usia pacaran, tetap saja ada perbedaan yang bisa menimbulkan perselisihan di antara keduanya.

Contohnya pasangan Kusno dan Anast. Berpacaran selama 10 tahun sejak kelas 2 SMA, hubungan mereka terus berlanjut hingga jenjang pernikahan. Menjalani pacaran selama 10 tahun tentunya membuat Kusno dan Anast cukup mengenal satu sama lain. Mereka merasa bisa menerima kelebihan maupun kekurangan pasangan. Meskipun demikian, keduanya tetap memiliki ekspektasi lebih bagi satu sama lain yang mereka harapkan akan tercapai setelah menikah. Misalnya saja Anast berharap agar Kusno bisa lebih banyak bicara setelah menikah, tetapi nyatanya tidak demikian.

Keadaan serupa seperti yang dialami oleh Anast–harapan yang akhirnya tidak menjadi nyata–tentunya seringkali juga dialami oleh pasangan lain. Ketika ekspektasi kita tidak dipenuhi oleh pasangan, akan terasa ada gap antara ekspektasi dan perilaku yang ditampilkan oleh pasangan kita. Saat hal itu terjadi, bagaimana kita bereaksi akan menjadi hal yang sangat penting.

Riko Ariefano dalam acara Inspire Young People memaparkan terdapat 2 kemungkinan reaksi yang bisa kita tampilkan, yaitu: (1) assume the worst, yang bisa menghancurkan hubungan pernikahan; dan (2) believe the best, yang bisa membangun hubungan pernikahan. Terkesan simpel dan mudah dijalani, namun, coba bayangkan: apakah kita akan selalu bisa believe the best terhadap pasangan kita ketika menemui gap yang begitu besar? Satu hal yang perlu kita ingat: ketika Tuhan sudah menyatukan laki-laki dan perempuan, Tuhan pasti akan memampukan mereka menjalani kehidupan pernikahan. Seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 5:6: “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.” Mungkin due time kita berbeda dengan due time Tuhan, tetapi percayalah bahwa Tuhan punya rencana yang lebih indah. So, apa yang harus dilakukan when hubby and wifey at a war? “Believe the best until God shows his best,” pesan Riko.

Let’s check the full version of the talk below:

Talkshow:





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top