3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Memulai Sebuah Hubungan

Waktu kita ketemu seseorang dan merasa sensasi berbunga-bunga, kita cenderung buru-buru bilang bahwa kita “mencintai” orang itu. Bahkan ada yang langsung menilai “ini jodohku” dan sebagainya. Padahal, mungkin sebetulnya bukan orang itu yang kita sukai, tetapi gambaran tertentu tentang dia, yang ada di pikiran kita. Nah, supaya nggak salah jalan, ada 3 (tiga) hal yang perlu kita ketahui supaya hubungan kita bisa lebih sehat.

#1 KETAHUI ARTI CINTA

Kita cenderung berpikir, kalau orang yang disukai rajin nanyain kabar kita; rajin antar jemput kita pergi dan pulang walaupun lokasi jauh; mau turun bukain pintu mobil sebelum masuk atau keluar; atau berdiri di sisi luar jalan, berarti ini cinta. Apa bener cinta kayak gini? Kalau kita ditanya, apa tujuan pacaran, beberapa dari kita mungkin menjawab supaya ada yang menemani atau biar seru aja. Sedikit dari kita yang bilang kalau pacaran itu tujuannya untuk menikah. Jadi, apakah itu cinta?

Diakui atau tidak, di dalam hati setiap kita ada kerinduan buat dicintai dengan tulus, dan balas mencintai dengan tulus. Dalam situasi yang padat kesibukan dan aktivitas, semakin banyak orang merasa nggak dicintai, nggak diperhatikan, diabaikan, dan lain-lain. Semua orang mencari cinta yang sungguh, cinta yang tulus. TRUE LOVE.

Kalau dipahami dengan sungguh-sungguh, cinta adalah mengenai bagaimana kita memberikan sesuatu secara tulus demi kebaikan orang lain. Seringkali orang bilang, kalau lawan dari cinta adalah benci. Pernah kepikiran nggak kalau lawan dari cinta bukanlah benci, melainkan menggunakan?

Kalau kita pacaran, cuma dengan tujuan supaya ada yang menemani, berarti kita bukan mencintai. Karena kesepian, kita menggunakan orang lain untuk mengusir kesepian itu. Kalau tujuan pacaran cuma supaya seru, berarti kita bukan mencintai. Karena hidup kok rasanya datar, kita pacaran supaya ada keseruan di dalam hidup kita. Dan, kalau kita melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, yang kita lakukan bukan mencintai, tetapi menggunakan orang lain untuk kesenangan pribadi dan sesaat.

Kita nggak bisa pacaran, kalau pacarannya nggak punya tujuan. Kalau untuk pertanyaan, “Apa lanjutannya setelah pacaran?” malah dijawab, “Urusan besok, urusan nanti,” ini bukanlah contoh memberi. Ini tanda kalau dia lagi menggunakan pasangannya untuk menyenangkan dirinya hari ini. Pacaran baru bisa dimulai, kalau kita berpikir, “Suatu saat, mungkin saya akan menikah dengan orang itu.”

Kalau kamu belum siap untuk menikah, pada dasarnya kamu belum siap untuk sebuah hubungan. Mengapa? Karena cinta datang dengan sebuah tanggung jawab. Cinta adalah bagaimana kita memberikan sesuatu secara tulus, untuk kebaikan orang lain. Bukan untuk kesenangan pribadi, bukan dengan mengorbankan kebahagiaan orang lain, bukan dengan paksaan. Love comes with responsibility.

Kalau kita benar-benar mau melihat kemungkinan sebuah hubungan dengan seseorang, kita bakal melihat seribu kali sebelum memutuskan. Pertanyaannya, apakah saya akan bisa mencintai orang ini dengan sungguh, hingga tua bersama (atau kalau perlu, pas tua, mati bersama)? Kadang-kadang seseorang sudah tahu kalau suatu hubungan nggak akan pernah berhasil, one day, it will never work out, atau karena punya perbedaan prinsip yang nggak bisa diganggu gugat.

Jadi, idealnya, seseorang bakal mulai masuk ke dalam sebuah hubungan, waktu dia sudah siap untuk menikah.

NILAI YANG KUAT

Sebuah hubungan harus punya nilai yang kuat. Contohnya bisa kita lihat waktu kita mau membeli sendal jepit atau sepatu mahal. Harga sandal jepit, yang biasa dijual di pasar, mungkin sekitar sepuluh ribu.

Image result for sandal jepit

Dan kita tahu kalau yang namanya sandal jepit, memang talinya gampang putus. Apa yang kita lakukan kalau tali sandal jepit putus? Ya, beli baru. Sekarang, bayangin kita beli sepatu mahal merk favorit kita yang harganya mungkin sekitar sembilan ratus ribu sampai sejuta. Kalau kita beli sandal jepit, begitu copot, kita buang. Kalau mau beli sepatu mahal, bukan cuma mikir, “Beli nggak ya, beli nggak ya?” tapi juga doa, “Tuhan, cukupkanlah duitnya.” Setelah beli — kalau si sepatu rusak — kita betulkan. Kenapa? Karena harganya Rp 900.000,00!

Kalau kita merasa nilai relationship itu mahal, kita nggak gampang jadian dan nggak gampang putus. Kita bakal mikir berulang-ulang sebelum terjun ke dalam suatu hubungan. Banyak pertimbangan-pertimbangan sebelum bener-bener jadian. Kalau yang cewek butuh waktu dan bilang “tunggu”, ya menunggulah. Kalau yang cowok nggak sabar, ingatkan, “Orang sabar disayang Tuhan.” Nah, kalau sampai yang cowok nggak bisa nunggu, itu bukan cinta. Namun, kalau memang ceweknya lamaaaaa . . . banget nggak kasih keputusan, move on!

#2 KETAHUI HIDUPMU MAU DIBAWA KE MANA

Biasanya, yang namanya bokap itu paling sayang sama anak perempuannya, sampai muncul istilah bokap yang overprotective begitu menyangkut urusan anak perempuannya. Buat kamu atau siapa pun yang sebentar lagi atau sudah jadi ayah, jangan biarkan anak perempuanmu pacaran sama cowok yang nggak tau hidupnya mau dibawa ke mana!

Before you start a relationship, you have to know where you are going in life. Seringkali, seseorang udah keburu masuk ke dalam sebuah hubungan, belakangan baru tahu kalau tujuan hidupnya ternyata beda. Misalnya, yang cowok pengen jadi relawan di situs perang, yang cewek pengen tenang-tenang jadi ibu rumah tangga di rumah. Atau yang cowok berharap punya pasangan ibu rumah tangga, tapi pacaran sama calon dokter spesialis yang sebenernya ingin mengejar karier, sampai-sampai jarang di rumah. Repot kalau tahu soal ketidakcocokan ini belakangan, tapi hubungannya sudah terlanjur jauh. Sudah terikat, nggak bisa lepas dari dia, emotionally attached. Mau putus nggak bisa, mau jalan terus juga nggak bisa. Ini neraka banget!

Jadi, sebelum jadian, harusnya dipertanyakan terlebih dahulu: Tujuan hidup lo dan tujuan hidup gw sama nggak sih? Sering sekali kita cuek, “Nanti aja dipikirinnya,” “Kan masih jauh,” dan lain-lain. Yang seringkali kita lupakan untuk pikirkan adalah bahwa ketika kita putus, kita terluka atau bahkan trauma, dan hal tersebut akan masuk juga ke dalam kehidupan kita saat berkeluarga. Contohnya? Seorang cowok yang pacaran sama cewek cemburuan, karena dulu ia pernah diselingkuhi oleh pacar yang sebelumnya.

#3 KETAHUI PASANGAN SEPERTI APA YANG KAMU INGINKAN

Sebutan bagi seorang laki-laki adalah kepala keluarga, walaupun posisi perempuan dan laki-laki sederajat. Logikanya sih, akan sulit jika sebuah organisme punya dua kepala. Kalau di biologi, sel jantan “sperma” yang punya dua kepala, disebut sebagai sel abnormal.

Untuk yang cewek, coba bayangkan cowokmu saat ini, dan tanya pada dirimu sendiri: Bisakah kalian menghormati dan menghargainya sampai akhir hayat? Seringkali cewek-cewek atau cowok-cowok terlalu cepat jadian karena takut hanya ini kesempatan satu-satunya, dan takut nggak ada lagi yang mau menjalin hubungan dengannya. Dengan kata lain, ketakutan bahwa dirinya “nggak berharga, nggak bernilai, dan mumpung sekarang ada yang mau dengan diriku, mari kita coba.”

For your information, saat ini di dunia ada 7 miliar orang. Nggak perlu putus asa, apalagi kalau kamu masih muda.

JANGAN TAKUT! Jangan pernah menganggap dirimu nggak berharga atau nggak bernilai, seburuk apapun keluarga dan temanmu memperlakukan dirimu, seburuk apapun pengalaman yang pernah terjadi pada dirimu. Selalu ada harapan, kalau setelah ini kamu membuka lembaran baru dalam hidupmu.

Untuk cewek-cewek yang belum punya cowok, carilah cowok dengan standar setinggi-tingginya. Untuk cewek-cewek yang sudah punya cowok, tapi belum sesuai standar, nggak harus langsung bubar jalan, tetapi dorong dia, challenge him to high his standard. Tentunya bagi para cewek, nggak kepingin punya pasangan yang cuma bisa nyuruh, ngomong kasar, main fisik, kasar, KDRT, udah gitu minta duit melulu. Biasanya, ini kriteria para cewek yang mendambakan seorang cowok: seiman, bisa menghargai orang tuanya, baik, mampu mengutarakan pendapat dan perasaannya, mampu mengontrol emosinya, mampu memimpin keluarga, mampu mengambil keputusan, dan . . . bukan suami orang.

Intinya adalah cowok yang baik luar dalam. Bukan cowok yang cuma baik di luar, dalamnya amburadul. Kuncinya, seseorang harus bisa memperbaiki dirinya sendiri dulu, kalau juga ingin memperoleh pasangan yang punya keunggulan-keunggulan dalam nilai. Jangan mimpi mau punya pasangan yang ingin mengerti kita apa adanya, tanpa kita sendiri berusaha mengerti orang lain.

Young people,

Kalau kita sudah mengerti bagaimana MENCINTAI yang benar, dan melakukannya dengan BENAR, pasti nggak ada penyesalan dalam hidup kita. Semoga kita membuat keputusan untuk mencintai, dan melakukannya dengan benar.

About Riko Ariefano

Riko Ariefano adalah seorang suami dan wirausahawan yang telah melayani orang muda lebih dari 20 tahun.

Sejak menjadi pembicara di usia 19 tahun, ia telah diundang ke berbagai negara untuk mewartakan Kabar Gembira, khususnya tentang iman Katolik, panggilan hidup orang muda, servant leadership, serta Teologi Tubuh dan aplikasinya, terkait identitas lelaki dan relationship.

Ia mendirikan komunitas Domus Cordis pada akhir tahun 2007 dan kerinduannya adalah melihat Gereja Katolik dipenuhi dengan orang-orang muda yang menjadi santo-santa modern. Di sela-sela kesibukannya, ia biasa dijumpai sedang duduk menikmati secangkir kopi, sambil ngebales e-mail, atau nge-like foto istrinya di Facebook!





One comment on “3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Memulai Sebuah Hubungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top