3 Tips Keuangan Saat Pacaran

Karena begitu senang, ingin menghabiskan waktu bersama pacar, atau ingin membuatnya senang, kita menghujani mereka dengan banyak perhatian dan hadiah. Karena jatuh cinta, kita juga bisa terburu-buru memikirkan mengenai kemungkinan hidup bersama dengannya. Namun, supaya tidak berlebihan, berikut tiga tips yang perlu kamu ingat:

1. Jangan menghabiskan terlalu banyak uang demi pacar.

Meskipun kamu berniat baik ingin menyenangkan pacarmu, atau ingin menikmati hiburan yang kalian sukai bersama, kalian tetap harus tetap bijaksana dalam mengeluarkan uang. Apalagi kalau hal tersebut di luar kemampuan masing-masing.

Untuk cowok, kalau memang mampu, silakan membayar bagian untuk berdua, tetapi itu bukan keharusan. Nggak perlu sok atau gengsi mau bayarin semua kalau memang di luar kemampuanmu. Selain itu, kamu juga perlu berhati-hati dengan cewek yang maunya semua dibayarin dan dia nggak bertanggung jawab, misalnya dia pesan banyak sekali makanan dan nggak dihabiskan hanya karena bukan dia yang bayar. Untuk cewek yang sudah berniat untuk menjalankan hubungan yang serius, kamu perlu melihat apakah cowokmu memiliki kemampuan untuk menyediakan kebutuhan keluarga. Berhati-hatilah dengan cowok yang pas masih pacaran udah pinjem duit ceweknya, maunya dibayarin.

Pada intinya, kedua pihak harus sama-sama bertanggung jawab dengan uang dan jangan menganggap remeh pengeluaran satu sama lain. Ingatlah juga bahwa kamu mendapatkan apa yang kamu toleransikan. Kalau selama masa pacaran, kamu sudah sering sekali meminjangkan uang kepada pacarmu, atau kamu toleransi sikapnya yang sering buang-buang uang, ketika menikah, dia juga akan bersikap seperti itu.

2. Bicarakan mengenai keuangan.

Dalam proses pengenalan, kamu bukan hanya belajar untuk mengenalnya sebagai pribadi, tetapi juga dari sisi pengelolaan keuangan, apalagi kalau kalian mau menjalani hidup bersama dalam perkawinan kelak. Kalau dia belum mau membicarakannya, mungkin dia belum terlalu serius dalam hubungan yang kalian jalani, atau dia belum bisa memikirkan hal tersebut. Kamu perlu waspada terhadap pasangan yang demikian.

(Baca juga: 5 Tipe Kepribadian dalam Mengelola Uang)

Selain bertanya tentang keuangan, dengarkan juga jawabannya. Kalau jawabannya adalah sesuatu yang nggak bisa kamu terima, diskusikanlah hal itu. Jangan hanya karena dia cantik, cakep, atau kamu merasa malu, kamu malah batal membicarakannya dengan serius. Juga nggak perlu khawatir disebut matre atau bagaimana, karena keuangan adalah salah satu fakta dalam hidup dan aspek dalam kehidupan berumah tangga. Jangan sampai, karena kamu menunda untuk membicarakannya, kamu malah berantem sama pasanganmu ketika sudah menikah.

“Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.” (Luk 14:28-30)

3. Tidak perlu buka tabungan bersama ketika masih pacaran.

Apalagi kalau kalian masih berada di tahap-tahap awal pacaran. Alih-alih membuka tabungan bersama, kamu bisa memotivasi satu sama lain untuk menabung. Ide kreatif lain, kamu bisa membuat semacam proyek bersama supaya masing-masing bisa mencapai target finansial yang sudah dibuat.

Apa yang sudah ditabung, jangan dihabiskan hanya untuk nonton atau makan, tetapi belajarlah bersama untuk melakukan investasi sesuatu target finansial. Dari sini, kamu juga bisa belajar bagaimana cara pasanganmu memikirkan sesuatu: apakah si dia mengerti tentang pengelolaan finansial, apakah ia tertarik tentang investasi, atau jangan-jangan ia maunya main-main saja. Kamu pun bisa melihat kedewasaan pasanganmu dari hal-hal seperti ini.

So, ini dia tiga tips keuangan untukmu yang lagi menikmati indahnya masa-masa pacaran. Semoga kamu tetap bisa bertanggung jawab dan membangun kebiasaan baik dalam mengelola keuanganmu.

 

 

About Cynthia Wihardja

Cynthia adalah seorang top-ranked international business coach yang memiliki misi menuntun orang muda menjadi pemimpin-pemimpin yang sukses. Ia percaya bahwa kepemimpinan adalah sebuah panggilan, bukan hanya sebuah pekerjaan. Keahliannya di bidang bisnis dan psikologi akan menolongmu melihat banyak hal, seperti tujuan personal, life balance, komunikasi, pengelolaan emosi, dan performa yang tinggi, dari sudut pandang yang lebih kaya.

Saat ini, Cynthia melayani sebagai Board Member in the British Chamber of Commerce di Indonesia dan melayani komunitas-komunitas nirlaba. Iman Katolik menolongnya menemukan tujuan, kepenuhan, dan kedamaian hidup. Melalui pengalaman-pengalaman dalam hidupnya, ia mulai mengerti kenapa Tuhan memberikannya talenta yang demikian, serta mempertemukannya dengan orang-orang di sekelilingnya. Cynthia juga percaya kalau ajaran Gereja dan bisnis bisa berjalan bersamaan, karena menolong orang lain akan membutuhkan uang dan perbaikan sistem.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top