5 Hal yang HARUS Kamu Miliki untuk Bisnis Pribadimu

Banyak orang berpikir kamu cuma butuh uang, tetapi saya sudah melihat begitu banyak business owner membuang-buang uang mereka dalam usaha membangun sebuah bisnis. Sayangnya, kebanyakan dari mereka terus menyalahkan ekonomi, industri, peraturan pemerintah, dan tim mereka. Dan mereka mencoba usaha baru lagi dan gagal lagi.

So, apa yang sebenarnya kita butuhkan untuk memiliki bisnis pribadi? Inilah 5 (lima) hal yang ingin saya bagikan.

1. Komitmen untuk bekerja keras. Kalau kamu tidak tahu bagaimana cara untuk bekerja keras, jangan berpikir untuk bekerja pintar (working smart). Kenapa? Karena kita membutuhkan keahlian dalam level tertentu sebelum kita bisa memikirkan jalan pintas untuk usaha yang kita lakukan. Malcolm Gladwell dalam bukunya Outliers berkata bahwa keahlian membutuhkan 10.000 jam latihan. Jalan pintas sekilas tampak mudah, tetapi kamu akan segera sadar bahwa kamu sudah melewatkan banyak blindspots Karena kamu tidak pernah benar-benar menguasai keahlian tersebut secara mendalam. Hal lain adalah mengenai autopilot business. Konsep yang bagus, dan saya juga membimbing business owners untuk melakukannya. Namun, mari memperjelasnya. Bisnis seperti itu tidak terjadi secara instan, Membangun sebuah bisnis membutuhkan waktu dan pengalaman. Banyak hal membutuhkan waktu, menunggu hasil terjadi, sebelum berjalan sesuai dengan yang kita inginkan. Kamu juga butuh mengembangkan dirimu menjadi pemimpin dan entrepreneur yang lebih baik sebelum kamu siap untuk memiliki bisnis autopilot.

2. Komitmen untuk berinvestasi pada pengembangan dirimu sendiri. Kamu adalah aset terbesarmu. Kualitas sebuah bisnis tergantung pada kualitas pemiliknya. Kamu mendapatkan bisnis, tim, pelanggan, dan hasil yang layak kamu dapatkan. Banyak entrepreneur pemula bertanya kepada saya, “Strategi pemasaran seperti apa yang harus saya investasikan? Bisnis seperti apa yang harus saya investasikan?” Saya katakan, “Jika kamu masih perlu bertanya kepada saya apa-apa saja yang perlu kamu investasikan, saya rasa kamu perlu berinvestasi dalam memperoleh pengetahuan lebih.” Pertanyaan apa yang harus kamu tanyakan sebelum membuat keputusan bisnis? Jenis kemampuan apa yang tidak kamu miliki sehingga menghambatmu dari membangun bisnis yang bagus? Mungkin beberapa dari kamu berasal dari sebuah sisi bisnis, seperti sales atau produksi. Sekarang sebagai seorang pemilik bisnis, kamu harus memiliki kemampuan keseluruhan untuk menjalankan bisnis tersebut. Apa kamu siap dan berkomitmen untuk memulai proses belajar yang baru?

3. Tujuan dan nilai-nilai yang jelas dan menginspirasi. Sebagai enterpreneur, kamu akan belajar memimpin bisnismu dan orang-orangmu. Kamu harus menjadi gambaran perusahaanmu di pasaran. So, apa yang kamu tunjukkan? Kalau tujuanmu sebagai seorang entrepreneur hanya untuk menghasilkan banyak uang bagi dirimu, pemasaran mungkin akan menjadi tantangan. Namun, jika tujuanmu adalah untuk memberi solusi bagi sebuah masalah di pasaran dan kamu memegang nilai-nilai yang baik dalam melakukan bisnismu, kamu akan disukai dan menginspirasi. Tujuan dan impian yang jelas akan menolongmu menarik pegawai. Hal ini akan menginspirasi pasar untuk memperkenalkanmu kepada jejaring mereka. Hal ini akan membedakanmu dari semua entrepreneur lain yang hanya memiliki alasan egois bagi bisnis mereka.

4. Produk atau jasa yang bisa dipasarkan. Memang menyenangkan untuk melakukan sesuatu yang kamu sukai, tetapi apakah hal itu bisa dijual? Apakah hal ini adalah dibutuhkan pasar dalam jumlah besar? Saya telah melihat ide-ide bisnis yang sangat spesifik. Begitu spesifiknya sehingga saya berpikir apakah ada cukup pasar yang akan tertarik dengan hal tersebut. Jika produk dan pelayananmu tidak terlalu dibutuhkan dalam jumlah yang besar, maka akan menjadi sulit untuk mengembangkan bisnismu. Kamu mungkin berakhir dengan kerugian atau mungkin hanya berjalan begitu-begitu saja. Tanyakan dan dengarkan masukan mengenai produkmu dari orang asing. Jika mereka tampak tidak begitu tertarik, maka mungkin hal tersebut tidak terlalu layak untuk dilakukan.

5. Jejaring terkait. Jika kamu tidak terlalu bagus dalam berelasi dengan orang lain, jika kamu merasa awkward dalam berjejaring (networking), atau kamu senang menjadi seorang penyendiri, maka entrepreneurship akan menjadi hal yang menantang. Tentu saja kamu bisa melakukan segala sesuatunya secara online dan bersembunyi di balik teknologimu, tetapi jarang sekali ada orang yang dapat membangun bisnis yang hebat hanya dari dirinya sendiri. Kemampuan berelasi dengan orang lain (people skill) juga akan membuatmu menjadi pemimpin yang baik saat kamu memutuskan untuk memulai sebuah tim. Beberapa hal perlu kamu lihat dalam sebuah jejaring: koneksi untuk mendapatkan pemimpin yang cakap, mentor untuk memberikanmu saran, pengajar dalam hal teknis yang akan meningkatkan kompetensimu.

BONUS:
Hal keenam yang harus kamu miliki sebelum kamu memulai bisnismu adalah KEBERANIAN, keberanian dengan perhitungan. Kamu harus memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru tanpa menunggu bukti kesuksesan. Kamu harus memiliki keberanian untuk ditolak dan tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang bersifat pribadi. Kamu harus memiliki keberanian untuk membuat keputusan sulit. Namun, keberanian tersebut perlu diimbangi dengan perhitungan risiko yang baik. Bukan jenis keberanian yang langsung terjun ke segala sesuatunya. Bukan keberanian yang berpikir bahwa ketidakpedulian adalah sebuah kebahagiaan, melainkan keberanian yang diperhitungkan berdasarkan fondasi pengetahuan dan kebijaksanaan tertentu.

Enterpreneurship bukan bagi mereka yang berhati lemah. Memang ada keuntungannya, tetapi ada juga risikonya. Jika kamu melakukan apa yang dibutuhkan, perjalanan ini akan mengembangkanmu untuk menunjukkan potensi terbesarmu.

 

Ditulis oleh Cynthia Wihardja, business coach

5 Things You MUST Have to Own Your Own Business

About Cynthia Wihardja

Cynthia adalah seorang top-ranked international business coach yang memiliki misi menuntun orang muda menjadi pemimpin-pemimpin yang sukses. Ia percaya bahwa kepemimpinan adalah sebuah panggilan, bukan hanya sebuah pekerjaan. Keahliannya di bidang bisnis dan psikologi akan menolongmu melihat banyak hal, seperti tujuan personal, life balance, komunikasi, pengelolaan emosi, dan performa yang tinggi, dari sudut pandang yang lebih kaya.

Saat ini, Cynthia melayani sebagai Board Member in the British Chamber of Commerce di Indonesia dan melayani komunitas-komunitas nirlaba. Iman Katolik menolongnya menemukan tujuan, kepenuhan, dan kedamaian hidup. Melalui pengalaman-pengalaman dalam hidupnya, ia mulai mengerti kenapa Tuhan memberikannya talenta yang demikian, serta mempertemukannya dengan orang-orang di sekelilingnya. Cynthia juga percaya kalau ajaran Gereja dan bisnis bisa berjalan bersamaan, karena menolong orang lain akan membutuhkan uang dan perbaikan sistem.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top