5 Tips Buat Kamu yang Mau Move On

Jatuh cinta memang jauh lebih mudah dan menyenangkan daripada putus cinta. Kalau mengalami putus cinta, wajar saja kalau seseorang merasakan sakit hati. Namun, rasa sakit hati dan kecewa bisa lebih mendalam kalau kita masih terus berharap hubungan tersebut dapat dipertahankan.

Menyembuhkan luka hati jelas nggak mudah. Juga nggak ada jalan pintas untuk menghilangkan rasa sakit itu. Semua orang patah hati tentu mau move on, tetapi beberapa di antaranya mengalami kesulitan untuk melakukannya. Di bawah ini adalah beberapa tips agar kita dapat secara bertahap menyembuhkan luka hati kita, sehingga akhirnya kita bisa move on.

1. Sadari dan hadapi rasa sakit itu

Hadapi rasa sakit

Sulit bagi kita yang sedang patah hati untuk menghadapi rasa sakit hati. Kita cenderung menghindarinya dan nggak mau berada dalam keadaan tersebut. Padahal, menghadapi rasa sakit itulah yang penting untuk dilakukan kalau kita mau bisa move on. Kalau merasa ingin menangis, atau malah ingin berteriak, lakukanlah. Penelitian menemukan bahwa air mata yang dikeluarkan karena luapan kesedihan bisa mengeluarkan toksin-toksin dalam tubuh kita. Mereka juga menemukan bahwa menangis juga akan meringankan stres emosional. Dengan menghadapi rasa sakit itu, pada akhirnya kita akan mampu kembali ke permukaan, menjadi pribadi yang lebih kuat, yang siap untuk menghadapi masalah-masalah yang menanti kita kelak.

2. Percaya kalau mampu merasa utuh dan bahagia

Hahagia

Putus dari sebuah hubungan membuat kita sulit untuk percaya bahwa kita tetap bisa menjadi pribadi yang utuh dan bahagia. Kita pikir, selama ini kita bahagia karena kita mempunyai relasi dengan mantan kita. Nggak heran kalau segera setelah putus, beberapa orang langsung masuk ke dalam hubungan yang baru, tanpa terlebih dahulu mengambil waktu yang cukup untuk berproses.

Ini adalah pemikiran dan langkah yang nggak tepat, karena kepenuhan dan kebahagiaan kita nggak ditentukan oleh pasangan kita. Keutuhan dan kebahagiaan kita hanyalah ditentukan oleh diri kita sendiri dan relasi kita dengan Tuhan. Hanya di dalam Dialah, kita dapat benar-benar utuh dan bahagia. Maka, jangan terburu-buru untuk masuk ke dalam hubungan berikutnya (baca artikel INSPIRE: 3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Memulai Sebuah Hubungan), tetapi sediakan waktu untuk mendekatkan dirimu kepada Tuhan, sehingga bisa benar-benar utuh dan bahagia atas dirimu sendiri.

3. Tidak menyalahkan diri sendiri dan mantan

Tidak saling menyalahkan

Banyak dari kita akan cenderung menyalahkan diri kita sendiri, atau mantan kita, atas gagalnya hubungan tersebut. Sebenarnya, menyalahkan diri sendiri atau mantan tetap nggak akan membuat rasa sakit hati itu berkurang, dan nggak akan mengembalikan hubungan itu seperti semula. Yakinkanlah dirimu sendiri bahwa kejadian yang nggak menyenangkan itu terjadi demi kebaikan kedua belah pihak, juga untuk mendewasakan pribadi masing-masing.

4. Cobalah kegiatan yang berbeda

Cari kegiatan

Pulau Padar, Taman Nasional Komodo (via Liat Indonesia www.instagram.com/liatindonesia)

Lakukan kegiatan yang kita suka, terlebih yang belum pernah kita lakukan. Carilah kegiatan yang sebenarnya ingin kita lakukan tapi belum mempunyai waktu yang cukup saat berpacaran dulu: kursus memasak, kursus bahasa, kursus vokal, pergi mendaki gunung, mencoba diving, solo travelling, dsb. Kegiatan-kegiatan ini bukan hanya dapat mengisi waktu luang kita, tetapi terlebih lagi, kita akan mendapati bahwa ada banyak potensi dan hal positif dalam diri kita yang sebenarnya belum tergali.

5. Maafkan mantan

Maafkan mantan

Sebelum memaafkan mantan, tanpa kita sadari sebenarnya kita sering menyalahkan diri kita sendiri atas gagalnya hubungan tersebut. Kedua belah pihak pasti mempunyai kontribusi tersendiri dalam langgengnya dan juga hancurnya sebuah hubungan. Kita perlu menyadari hal ini bukan untuk saling menyalahkan atau menyalahkan diri sendiri, melainkan justru untuk mulai memaafkan, dan ini dimulai dari memaafkan diri sendiri.

Ambillah keputusan untuk memaafkan diri sendiri. Tanpa memaafkan diri sendiri, maka akan sulit untuk dapat memaafkan orang lain. Memaafkan bukanlah hal yang mudah bagi kita, oleh sebab itu, dalam proses ini selalu sertakan Dia yang Maharahim, agar hanya karena belas kasih-Nya lah kita mampu memaafkan.

Pilihlah untuk kembali mencintai!

Pada saat kita terluka, kita menemukan diri kita sulit untuk mencintai. Namun, kita adalah manusia yang diciptakan Tuhan dalam gambar dan rupa-Nya yang adalah kasih (1 Yoh 4:8), sehingga kemampuan untuk mencintai ada di dalam identitas kita yang terdalam. Kita nggak boleh membiarkan diri kita terpuruk karena luka patah hati. Hati kita mampu melakukan hal yang lebih besar daripada hanya terpuruk dalam rasa sakit hati.

“Seseorang yang tidak memutuskan untuk mencintai selamanya akan menemukan dirinya kesulitan untuk mencintai bahkan untuk satu hari.” (Paus St. Yohanes Paulus II)

Ingatlah untuk kembali jatuh cinta dan mencintai. Dengan berproses seperti di atas, maka kita akan punya harapan untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih baik, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi pasangan kita yang baru nantinya. Move on yuk.

About Lucia Luliana

Lucia Luliana menempuh pendidikan spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia. Dokter yang akrab dipanggil "Zhen" ini menjadi praktisi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus. Perjumpaan dengan Tuhan membawa perubahan dalam hati dan hidup Zhen, sehingga membuatnya ambil bagian dalam melayani Tuhan.

Dalam komunitas Domus Cordis, ia ambil bagian dalam bidang formasi orang muda. Zhen ingin berbagi lebih banyak lagi melalui tulisan-tulisannya, supaya orang muda juga melihat wajah Tuhan, dan ikut mengalami perubahan.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top