Apa yang Berubah dengan #dirumahaja? Memanfaatkan Waktu di Tengah Wabah Coronavirus (COVID-19)

Young People, banyak kondisi yang berubah saat wabah coronavirus (COVID-19) melanda. Biasa kita pergi kerja ke kantor setiap Senin sampai Jumat atau Sabtu, sekarang sebagian besar bekerja dari rumah, atau masuk kerja bergantian; pelajar dan mahasiswa belajar dengan mengikuti kelas online dari rumah;  kegiatan umum di tempat-tempat ibadah ditiadakan, kita harus beribadah dari rumah; dan masih banyak lagi.

Memang, karena situasi wabah coronavirus (COVID-19), banyak hal di luar kebiasaan yang terpaksa kita lakukan. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada teman-teman yang terdampak, INSPIRE mau mengajak Young People untuk melihat beberapa perubahan baik waktu kita bisa mengatur dan memanfaatkan waktu yang ada selama #dirumahaja.

1. Lebih banyak waktu untuk diri sendiri.

Banyak Young People yang mulai bosan #dirumahaja. Namun, sadarkah kita, bahwa dengan lebih banyak waktu di rumah, kita punya lebih banyak me time? Me time dapat kita manfaatkan untuk mengenal diri sendiri lebih dalam. Kita mulai menyadari hal-hal unik di dalam diri kita, seperti hal yang kita sukai (tapi belum sempat kita lakukan selama ini), yang tidak kita sukai, yang kita kuasai, yang masih perlu kita perbaiki, atau mungkin luka-luka yang selama ini tersembunyi akhirnya bisa kamu perhatikan dan obati dengan cara yang baik. Kebosanan yang kita alami pun, kalau diarahkan dengan benar, sebetulnya dapat memicu kreativitas di dalam diri kita, karena bisa memacu kita untuk berbuat baik, peduli, dan melakukan hal yang baik bagi orang lain. Jangan takut untuk berhadapan dengan diri sendiri dalam kesendirianmu saat ini, tetapi kenali, terimalah hal yang baik di dalam dirimu, dan kamu pun bisa mengajak dirimu sendiri semakin berkembang menjadi lebih baik dari hari ke hari.

“Semua penderitaan manusia berasal dari ketidakmampuannya untuk duduk diam di kamar sendirian.” (Blaise Pascal)

2. Berhemat.

Dengan kita #dirumahaja, berarti nggak ada lagi ngopi-ngopi cantik atau afternoon tea di kedai kopi, nongkrong sama teman-teman, belanja hedon (karena kebutuhan pokok mendadak lebih diutamakan saat ini). Kita secara nggak langsung dipaksa untuk bijak dalam mengeluarkan uang: apakah betul-betul perlu atau tidak.

Baca juga: Tips Mengatur Keuangan di Tengah Situasi Wabah Coronavirus (COVID-19)

3. Melakukan hal atau kegemaran (hobi) baru yang #dirumahaja

Siapa tahu kamu ternyata jadi suka memasak, bertukang, bongkar pasang alat elektronik, bermain musik, olahraga supaya otot jadi, menata ulang dekorasi kamar, merakit model kit, kerajinan tangan, belajar video editing atau animasi, tiba-tiba jadi jualan makanan, catering, bikin komik di Instagram, video animasi di Youtube, bikin video TikTok pertama, menguasai gerakan dance dari artis favoritmu, jadi YouTuber, menyelesaikan buku rohani yang sudah lama tidak dibuka, dan seabrek kegiatan yang bisa kamu lakukan. Kamu juga bisa mengikuti kelas-kelas seminar atau pelatihan online selama periode #dirumahaja.

4. Membantu orang lain.

Kalau kita mau belajar untuk peka melihat kondisi di sekitar kita, banyak orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, misalnya para pemilik usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), para pedagang atau penjual makanan keliling, pekerja harian, tukang ojek online, dan lain-lain.  Penghasilan mereka menurun drastis karena kita tidak keluar rumah dan berakibat pada berkurangnya transaksi jual-beli. Lihat apakah masih ada hal-hal yang bisa kamu beli melalui UMKM ini (tentu saja dengan tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatanmu), berbagi melalui donasi, atau gerakan kasih kemanusiaan yang dibuka oleh pihak yang dapat dipertanggungjawabkan atau diverifikasi kebenarannya. Para tenaga medis yang berjuang di lapangan juga membutuhkan bantuan kita. Untuk mendukung mereka, kita bisa tetap #dirumahaja untuk mengurangi penyebaran dan penularan coronavirus (COVID-19) serta tidak menimbun alat pelindung diri (APD) hanya bagi dirimu, atau mencarikan donasi sesuai kebutuhan instansi atau rumah sakit tempat mereka bekerja. Kalau kamu menjual barang-barang kesehatan, kamu bisa menjualnya dalam batas keuntungan yang baik bagi situasi kemanusiaan.

5. Menjalin dan memperbaiki hubungan.

Waktu masih beraktivitas penuh di luar rumah, berapa banyak waktu yang kita berikan untuk orang-orang yang kita kasihi? Sekarang #dirumahaja, kita jadi punya banyak waktu bersama keluarga. Kita bisa makan siang dan malam semeja, menonton TV bersama, bermain bersama, atau berdoa bersama. Selain itu, kita juga masih bisa menghubungi teman-teman, pacar, atau gebetan kita lewat aplikasi video call. Juga ada waktu untuk menghubungi teman lama, misalnya untuk menanyakan kabar. Tidak kalah penting, selain dengan keluarga dan teman, kita juga punya waktu lebih untuk mulai menjalin dan memperbaiki hubungan dengan Tuhan. So, mulailah berdoa dan membaca Kitab Suci ya, Young People 😀

Young People, walaupun #dirumahaja mungkin bukan keinginan awal kita dan ada di luar kebiasaan sebelumnya, tetapi kalau kita jadi bisa mengatur waktu-waktu ini untuk Tuhan, orang-orang di sekitar kita, dan untuk diri sendiri, #dirumahaja bakal jauh lebih meaningful (bermakna) ketimbang menunggu kapan semua ini akan berakhir. Walaupun merupakan perubahan yang tidak disangka, #dirumahaja menjadi kesempatan yang tersedia untuk menata kembali prioritas dan relasi penting dalam hidup kita. So, Young People, manfaatkanlah waktu di tengah wabah coronavirus (COVID-19) ini, supaya bisa membawa perubahan yang baik dalam dirimu. Tuhan memberkati.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top