AskINSPIRE: Bayi dan Dosa Keturunan

Ada pertanyaan yang masuk ke INSPIRE:

Kakak admin, aku pernah denger kalo pemimpin-pemimpin agama Nasrani pernah menyampaikan bahwa dosa itu ada 2 macam: dosa keturunan dan dosa pribadi. Kok saya tidak setuju ya? Bukankah dosa itu hanya ada dosa pribadi, yaitu yang kita buat sendiri, dan bukan dari Adam Hawa. Yang saya tahu, manusia dikatakan berbuat dosa kalo ia sudah bisa membedakan mana yang benar dan salah. Jadi, kalo misalnya ada seorang bayi baru lahir, dan dia tidak tau apa-apa dia belum dikatakan berdosa kan?

Kalo kecenderungan berbuat dosa, saya setuju setiap manusia pasti punya itu. Namun, kalo dosa keturunan, kayaknya gak setuju deh aku, Kak.

Dosa Manusia Pertama dan Daya Kematian

Dalam Surat kepada Jemaat di Roma, Paulus menjelaskan, bahwa “dosa” dan “maut” terkait erat. “Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus” (Roma 5:17). “Sebab upah dosa adalah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).

Menurut kisah dalam Kitab Kejadian, kematian hanya ada setelah dosa pertama. Semua orang yang dilahirkan setelah peristiwa itu dengan sendirinya ikut serta dalam “daya kematian.” Dalam arti bahwa semua orang ikut dalam “daya kematian” inilah kita bisa mengatakan bahwa meskipun belum melakukan ”dosa pribadi” dalam arti secara bebas melawan perintah Allah atau menolak cinta Allah, bayi sudah membawa “dosa.” Artinya, bayi sudah membawa dalam dirinya “daya kematian” itu.

Karena “daya kematian” ini ada sejak dosa pertama, sering dikatakan bahwa semua orang, termasuk bayi, membawa “dosa keturunan.” Istilah yang lebih kerap digunakan adalah “dosa asal” (original sin). Yang dimaksud dengan ini adalah bahwa sejak dosa pertama itu, muncullah concupiscentia. Artinya, sejak saat itu, setiap manusia yang dilahirkan sudah memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa, dalam arti untuk melakukan apa yang berlawanan dengan kehendak Allah.

Karya Keselamatan Kristus dan Daya Kehidupan

Dengan dibaptis, orang diikutsertakan dalam “daya kehidupan” yang telah dikerjakan oleh Kristus sekali untuk selamanya. Kebangkitan Kristus membuktikan bahwa “daya kematian” akibat dosa pertama telah ditaklukkan oleh “daya kehidupan.”

Dalam Surat yang sama, Paulus menegaskan: “Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru” (Roma 6:3-4).

About Tano Shirani

Tano Shirani adalah lulusan program teologi Santa Clara University, California, Amerika Serikat. Sudah sejak lama, ia memiliki mimpi untuk ikut melayani orang muda melalui tulisan-tulisan rohani. Tano telah menerbitkan buku Namaku Lazarus: Merangkul Bisikan Kerahiman (Kanisius, 2016) dan Pendosa Jadi Pendoa: Gejolak Pertobatan Tujuh Pemazmur (Kanisius, 2017). Di tengah kesibukan menulis, menerjemahkan, dan menyunting berbagai tulisan, Tano juga melatih penulis-penulis rohani dalam komunitas Domus Cordis. Ia gemar melahap buku, dan sungguh percaya akan the power of words untuk mengubah dunia dan perjalanan seluruh sejarah umat manusia.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top