AskINSPIRE: Surga itu Apa?

Ada pertanyaan yang masuk ke INSPIRE:

Kak, mau tanya nih, surga itu sebenarnya apa sih? Kenapa teman dekatku selalu membaca buku yang berjudul “Surga itu Nyata”? Jujur saja, Kak, aku lebih suka membaca buku tentang realita kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Aku sama sekali tidak tertarik dengan buku yang dibaca oleh temanku itu, karena aku menganggap itu cuma sekedar cerita fiksi. Apa aku salah, Kak?

Kisah Tentang Surga

Saya pikir, tentang selera kita tidak bisa berdebat. Orang punya selera terhadap buku yang berbeda, sama seperti mereka punya selera berbeda terhadap makanan.

Memang sulit mengukur benar-tidaknya kisah orang-orang yang pernah punya pengalaman ke sana, apakah itu melulu fiksi, atau non-fiksi, atau campuran antara fiksi dan non-fiksi. Bahwa setelah itu, orang yang bersangkutan menjadi orang yang lebih baik, setidaknya membuktikan bahwa rahmat Tuhan bekerja dalam dirinya, terlepas dari benar-tidaknya pengalaman yang dialaminya. Saya pribadi sadar bahwa saya tidak berhak menilai pengalaman itu. Biarlah itu menjadi pengalaman pribadi orang itu bersama Tuhan. Bahwa buku tentang pengalaman surga juga bisa membantu orang untuk terinspirasi agar hidup lebih baik adalah juga salah satu dari sekian banyak cara Tuhan untuk menyapa hati manusia. Kalau kamu tidak terinspirasi oleh buku semacam itu, tidak mengapa. Mungkin memang buku yang bicara tentang hal yang lebih nyata di alam sini adalah cara Tuhan untuk menyapa hatimu.

Gambaran Surga

Ada banyak cara untuk menggambarkannya. Karena bahasa manusia sangat terbatas, kita terbantu untuk menggambarkannya seolah sebagai sebuah “tempat” di atas sana (berlawanan dengan neraka sebagai “tempat” di bawah sana). Cara lain yang berbeda dengan sebuah usaha menggambarkan surga dan neraka sebagai “tempat” adalah dengan menggambarkannya sebagai “suasana.” Surga adalah suasana di alam keabadian, yang sudah melampaui batasan waktu dan ruang, yang sepenuhnya diisi oleh kebahagiaan, kepenuhan, dalam kehadiran Allah. Sebaliknya, neraka adalah suasana di alam keabadian, yang juga sudah melampaui dimensi waktu dan ruang, yang sepenuhnya diisi oleh dukacita, derita, kosong, terpisah, terputus sama sekali dari kehadiran Allah.

Pertanyaan yang lebih penting

Di tengah berbagai cara menggambarkan surga (dan neraka), menurut saya pertanyaan yang lebih penting adalah ini: “Mengapa aku ingin hidup baik selama di dunia ini?”

Jika jawabannya adalah “Karena aku ingin masuk surga, dan tidak ingin masuk neraka,” hidup baikmu selama ini masih berdasarkan pada harapan akan mendapat hadiah dari Tuhan, dan kamu belum sungguh memiliki hati yang merdeka. Jika jawabannya “Karena aku adalah manusia dan aku memang hanya menginginkan yang baik, terlepas dari upah surga atau hukuman neraka kelak,” barulah kamu sungguh merdeka.

About Tano Shirani

Tano Shirani adalah lulusan program teologi Santa Clara University, California, Amerika Serikat. Sudah sejak lama, ia memiliki mimpi untuk ikut melayani orang muda melalui tulisan-tulisan rohani. Tano telah menerbitkan buku Namaku Lazarus: Merangkul Bisikan Kerahiman (Kanisius, 2016) dan Pendosa Jadi Pendoa: Gejolak Pertobatan Tujuh Pemazmur (Kanisius, 2017). Di tengah kesibukan menulis, menerjemahkan, dan menyunting berbagai tulisan, Tano juga melatih penulis-penulis rohani dalam komunitas Domus Cordis. Ia gemar melahap buku, dan sungguh percaya akan the power of words untuk mengubah dunia dan perjalanan seluruh sejarah umat manusia.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top