Author: Tano Shirani

Tano Shirani adalah lulusan program teologi Santa Clara University, California, Amerika Serikat. Sudah sejak lama, ia memiliki mimpi untuk ikut melayani orang muda melalui tulisan-tulisan rohani. Tano telah menerbitkan buku Namaku Lazarus: Merangkul Bisikan Kerahiman (Kanisius, 2016) dan Pendosa Jadi Pendoa: Gejolak Pertobatan Tujuh Pemazmur (Kanisius, 2017). Di tengah kesibukan menulis, menerjemahkan, dan menyunting berbagai tulisan, Tano juga melatih penulis-penulis rohani dalam komunitas Domus Cordis. Ia gemar melahap buku, dan sungguh percaya akan the power of words untuk mengubah dunia dan perjalanan seluruh sejarah umat manusia.

Neymar

Semua mata tertuju ke layar TV. Terlihat seorang pemain tergeletak. Orang-orang berjalan mendekat. Tiba-tiba sang pemain yang tergeletak itu terlihat tersentak-sentak, badan melengkung, berguling-guling. Serentak keluar makian-makian dari semua yang ada di sekitar saya. Dari mulut saya pun langsung mengalir keluar sederet nama binatang.… Read More

Menyesal Tidak Punya Makanan, Lalu Bertobat?

Ini kisah si anak bungsu dalam perumpamaan tentang anak yang hilang (Lukas 15:11-32). Sesudah dihabiskannya semua miliknya, ada bencana kelaparan. Ingin minta sisa makanan babi, tetapi tidak ada yang memberi. Lalu mendapat pencerahan. “Kalau gini caranya, mending gue pulang ke rumah bokap deh.Read More

Apakah Dosaku Membuat Doaku Nggak Dijawab?

Kehebohan zaman now. Haruskah dilarang menggunakan headset yang menyumbat kedua telinga ketika berkendara? Menurut hak tiap orang, sebenarnya boleh-boleh saja. Namun, menurut pertimbangan keamanan si pengemudi, si pengendara, dan orang-orang lain di sekitar, hal ini bisa menjadi sangat berbahaya. Kalau kedua telinga dibisingkan oleh suara dari gawai, pengendara bisa nggak mendengar klakson, atau teriakan, atau peringatan.… Read More

Dosa: Melakukan Kejahatan atau Tidak Melakukan Kebaikan?

PADA AWALNYA

Tanah diambil. Dibentuklah tubuh. Dihembusi nafas. Jadilah ia hidup. Dari adamah (“tanah”) dibentuklah adam (“manusia”). Karena nafas ilahi, manusia menjadi hidup. Manusia itu dibuat tidur lelap. Simbol keadaan pasif. Tidak terlibat dalam apa yang sedang terjadi. Satu tulang rusuk diambil.… Read More

Susahnya Berdoa “Terjadilah Kehendak-Mu”

Mendapat kabar yang mengejutkan, Maria berkata, “Aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Di taman Getsemani, sadar bahwa sengsara dan maut menanti-Nya, Yesus berdoa, “Janganlah terjadi menurut kehendak-Ku, tetapi menurut kehendak-Mu, ya Bapa.” Kepada para murid, Yesus mengajarkan doa yang di dalamnya memuat kata-kata, “Jadilah kehendak-Mu, di atas bumi seperti di dalam surga.”

Lebih dari dua ribu tahun sesudah itu semua, hari ini kita harus merunduk malu.… Read More

Pernah Berjalan di Permukaan Air?

Di dalam Injil, hanya dua orang yang dikisahkan pernah berjalan di permukaan air: Yesus dan Petrus (baca Matius 14:22-33). Bahwa Yesus mampu melakukan itu tidaklah mengherankan. Namun, Petrus? Ia orang biasa. Ia pernah berjalan di permukaan air, tetapi di tengah jalan ia mulai tenggelam.… Read More

Bagaimana Menunggu Secara Aktif?

Tidak pernah ada orang yang melatih saya dalam hal menunggu. Reaksi spontan yang muncul ketika saya harus menunggu bisa bermacam-macam. Namun demikian, semua reaksi itu punya satu ciri sama, “Saya tidak suka menunggu, karena saya seharusnya ada di titik tertentu di depan sana.” Dengan kata lain, saya terus menempatkan energi dan perhatian saya pada apa yang seharusnya ada atau terjadi, tetapi pada kenyataannya belum ada atau belum terjadi.… Read More

Bagaimana Berlatih Mematahkan Belenggu Kenyamanan?

“Hidup adalah sebuah perjalanan.” Begitu kata pepatah. Setiap kali melakukan perjalanan, salah satu hal pertama yang harus kita putuskan adalah hal yang sangat praktis, yaitu menjawab pertanyaan, ‘Aku harus membawa apa?’ Tergantung dari tujuan, musim, lamanya perjalanan, serta kegiatan selama perjalanan, kita mulai memilih sebagian kecil saja dari seluruh milik kita.… Read More

Deadline-nya Kapan?

“Deadline-nya kapan?”

Sebagai seorang penulis, pertanyaan itu selalu saya lontarkan setiap kali ada permohonan untuk menulis. Jujur saja, ada perasaan yang selalu bercampur. Di satu pihak, ada rasa terdesak, karena harus menata waktu yang saya punya supaya bisa menyelesaikan tulisan tepat waktu.… Read More

Raja Bau Kecut

“Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan kuat akan Kulindungi” (Yehezkiel 34:16). Ini kata-kata Tuhan yang menggambarkan Diri sebagai Gembala. Uniknya, ini juga digunakan untuk menggambarkan bagaimana Yesus Kristus itu adalah juga Raja Semesta Alam.… Read More

Scroll to top