But You Promised, God!

Saya akui, ketika saya masih kecil saya nggak suka berdoa. Saya cuma berdoa kalau butuh, kalau ada maunya. Waktu mulai bertambah dewasa, waktu saya mulai mengerti soal pentingnya berdoa, tetap saja saya masih nggak gitu suka berdoa. Berkali-kali saya berdoa, terutama ketika ada maunya. Waktu ada maunya, saya akan berdoa demikian: “Tuhan, Tuhan ‘kan udah berjanji kalau aku meminta dalam nama-Mu (Yoh16:23), pasti akan dikabulkan!” Dilanjutkan dengan “Remember God, you promised!”

Ada banyak banget ayat dalam Alkitab yang bilang kalau kita meminta, maka Tuhan akan mengabulkannya. Janji Tuhan seperti ini tersebar di seluruh Kitab Suci, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, lebih-lebih di dalam Injil. Tuhan Yesus seolah-olah seperti penjual mimpi: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu, ketuklah pintu akan dibukakan, kita minta roti nggak bakal dikasih batu, dll, dst, etc. Saya berdoa dengan pengharapan Tuhan akan menjawab secara spektakuler untuk permintaan saya. Berlawanan dengan ekspektasi, yang ada doa saya kayak nggak didengar, nggak dikabulkan sama sekali.

Mungkin banyak dari kita yang juga begitu. Kita berdoa untuk menuntut dari Tuhan. Kita mengharuskan Tuhan menjawab pertanyaan dan mengabulkan semua permintaan kita secara persis dan ajaib, sampai terkesan mistis klenis. We treat God as Genie with unlimited wishes.

Kalau nggak kayak jin botol, Tuhan itu apa dan siapa?

Dia adalah Pencipta langit dan bumi dan Dia Mahakuasa (Kej 1, Ayb 38-39, dst). Namun, Dia juga adalah Allah yang setia (Ul 7:9). He is God, not your own personal wishing well!

Kalau Tuhan kita seperti itu, lalu kita ini apa dan siapa? Kita adalah anak-anakNya. Sebagai Bapa yang baik, Tuhan Allah kita hanya menginginkan satu hal, yaitu agar kita memiliki hubungan yang intim dan personal dengan-Nya. Kepada anak-anak-Nya yang terkasih, Allah menjanjikan begitu banyak hal. Mintalah apa saja, it’s yours. Segala sesuatunya akan diberikan kepadamu sebagai tambahan. Tuhan Allah, Bapa kita, sungguh-sungguh ingin kita bergantung pada-Nya dan bahagia, sehingga Dia membantu kita dengan berbagai janji-Nya, asalkan kita setia kepada-Nya.

Syarat dan ketentuan berlaku?

Kalau kita perhatikan semua ayat ‘minta-minta’ — sebutan saya untuk ayat-ayat seperti di atas — selalu ada syarat, selalu ada terms and condition. Uniknya dari ayat ‘minta-minta’ tersebut adalah syaratnya yang selalu sama. Apa syaratnya? Syaratnya adalah ketika kita hidup erat bergaul dan memiliki relasi yang intim dengan Tuhan. Ketika kita hidup erat bergaul dan intim dengan Tuhan, kita malah bakal jadi tahu apa yang seharusnya kita minta kepada Tuhan.

So, sekarang pertanyaannya:

Apakah Tuhan sudah “hidup” di dalam diriku? Apakah aku sudah mencari Kerajaan Allah dan kebenaranNya?

Ketika kita merasa, kok doa kita nggak dijawab-jawab oleh Tuhan, rasa penantian begitu lama dan menyiksa, coba mawas diri dan introspeksi diri, apakah kita sudah hidup sesuai standar yang Tuhan inginkan dari kita sebagai anak-Nya. Kalau belum, lakukanlah apa yang harus dilakukan. Tambah jam doa supaya semakin dekat dengan Tuhan, menyangkal diri , berbuat amal, dan hal-hal lain yang pantas sebagai standar hidup seorang anak Allah. Apabila sudah merasa hidup lempeng di jalan Tuhan, maka bersabarlah.

So! Jangan kecewa apabila doa kamu nggak dikabulkan.

Allah kita adalah Allah yang setia dan rela mengorbankan semuanya untuk kebaikan kita. Setiap kali kita merasa Allah nggak mendengarkan doa kita, ingatlah bahwa Tuhan Yesus pun pernah berdoa agar cawan Salib berlalu daripada-Nya di taman Getsemani. Kamu nggak sendirian dalam rasa kecewa dan sepi ini, tapi lihat apa yang Yesus alami. Mungkin rasanya mau mati (Tuhan Yesus sendiri beneran disalib karenanya), tapi sesudah kematian ada kebangkitan.

Doa kita mungkin nggak dikabulkan karena Tuhan sedang mempersiapkan yang lebih baik lagi. Berdoa terus tanpa putus, ikuti teladan Tuhan Yesus, berdoalah demikian: “Terjadilah kehendakMu, Bapa, dan bukan kehendakku.” Mintalah rahmat untuk bersabar, mintalah kepekaan terhadap suara Tuhan, dan kamu pasti melihat janji Tuhan yang selalu setia, nggak pernah gagal dalam hidupmu.

Bayangkan apabila semua orang yang hidup di dalam Tuhan, yang hidupnya hanya berpegang pada Tuhan, lalu berdoa, doanya pasti dikabulkan. It’s a world of peace. And you are invited to take part in it.





One comment on “But You Promised, God!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top