Cinta Tuhan Selalu Menang: Bebas dari Pornografi

Berkali-kali saya terjatuh dalam dosa yang sama, dan berkali-kali pula saya harus menanggung rasa kotor dan rasa bersalah yang mendalam. Berkali-kali saya lakukan dosa yang sama, dan berkali-kali saya tertunduk diam di kaki Salib di kamar saya, bergumul apakah saya harus memohon ampun untuk yang keseribu kali, atau melangkah meninggalkan Dia karena merasa diri ini tidak layak. Berkali-kali saya tergoda untuk menyerah kalah atas adiksi pornografi dan masturbasi, tetapi berkali-kali kasih Tuhan lebih kuat memenangkan hati saya – mengampuni, melayakkan, dan memulihkan hidup saya kembali. Tidak, bukan berkali-kali, tapi ratusan kali, ribuan kali. Bahkan, belum pernah satu kali pun cinta Tuhan kalah.

Kisah saya.

Walaupun sejak lahir saya dibaptis secara Katolik, tetapi baru saat SMA saya merasa mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus. Saya bertobat atas dosa-dosa saya, dan berjanji untuk hidup bagi Tuhan dan Gereja. Sejak pertobatan itu, saya merasa Tuhan hadir dalam diri saya secara hidup dan sungguh nyata, dan saya merasa terpanggil untuk melayani, khususnya di tengah-tengah orang muda. Hidup saya berubah, atau setidaknya kerinduan-kerinduan dalam hati saya berubah.

Perubahan kerinduan hati ternyata bukan berarti berubah menjadi suci dalam waktu satu malam. Hati saya hancur menghadapi kenyataan bahwa ternyata saya masih memiliki dorongan untuk berbuat dosa, khususnya adiksi pornografi dan masturbasi yang telah saya alami selama bertahun-tahun. Hati saya yang terdalam rindu untuk hidup benar dan menyenangkan hati Tuhan, tetapi pada kenyataan sehari-hari, saya masih saja berdosa. Pelayanan jalan terus, dosa pun jalan terus. Setiap kali seusai pelayanan saya merasa terbang bersama Tuhan, lalu segera terpuruk dalam kedosaan yang menyiksa hati saya. Setelah berdoa mohon ampun, perlahan saya merasa lebih baik. Pelayanan lagi, saya merasa lagi-lagi terbang tinggi bersama Tuhan, dan biasanya lagi-lagi terpuruk dalam dosa yang sama. Saya sering bergumul di atas panggung, karena saya tahu seberapa kotornya diri saya. Lebih sering lagi, saat membawakan firman Tuhan, di tengah-tengahnya saya merasa setiap kata yang saya ucapkan lebih menghujam ke hati saya sendiri daripada menjadi berkat bagi orang lain.

Tahun berganti tahun, pelayanan berkembang, pemahaman akan Tuhan bertambah, begitu juga dosa adiksi yang menjadi duri dalam daging bagi hidup saya — sampai suatu hari. Malam itu, saya menjadi seorang penerjemah bagi seorang pembicara yang diundang dari luar negeri. Di atas panggung, saya berdua dengan dia, dan dia mulai menceritakan bagaimana dia dulunya adalah seorang pecandu masturbasi. Sambil menerjemahkan kisahnya, saya merasa seperti sedang menelanjangi diri saya sendiri di depan ratusan sampai ribuan orang. Bayangkan, setiap perasaan pergumulannya sama persis seperti yang saya alami. Ia banyak melayani di orang muda, begitu juga saya. Ia terbelenggu adiksi masturbasi, begitu juga saya. Ia menjadi song leader dan pembicara, begitu juga saya. Ia telah dibebaskan dari adiksinya, tetapi saya belum.

Malam itu saya belajar dua hal yang sangat penting.

Pertama, kasih Allah selalu sanggup menyembuhkan. Betapa pun kotornya dan parahnya kita telah jatuh ke dalam dosa, kasih Allah selalu memiliki daya untuk memenuhi hati kita dan kuasa untuk membebaskan kita dari dosa. Akar dari setiap dosa adalah kurangnya hati kita akan cinta kasih Allah. Setiap hati yang sungguh penuh dengan cinta Tuhan pasti tidak memiliki lagi ruang untuk dosa. Maka, hati ini harus terus menerus diisi oleh cinta Tuhan yang tak bersyarat, yang menerima kita apa adanya, yang tidak pernah gagal betapa pun kita telah berdosa ribuan kali. Dosa sering membuat diri kita merasa tidak berdaya dan seakan tidak ada jalan keluar. Bersama dengan ini, kita akan mulai merasa putus asa dalam usaha kita untuk berubah. Ini titik yang penting dalam jalan pembebasan, karena di titik ini kita diundang Allah untuk percaya lebih jauh lagi pada kasihNya. The truth is, We may be tempted to give up on ourselves, but Jesus never gives up on us! 

Kedua, dosa di dalam kegelapan harus selalu dibawa kepada terang. Dalam gelap, dosa semakin berakar dan berkembang, tapi dalam terang, dosa akan kehilangan daya kekuatannya. Ceritakan pergumulan dosa ini pada orang yang kita percaya, yang cukup dewasa secara rohani, yang tidak menghakimi kita atas dosa-dosa ini. Ini bisa terwujud lewat meminta teman sejenis untuk menjadi accountability partner — yaitu seorang teman kepercayaan yang kita jadikan tempat bercerita dan mendapat dukungan rohani.  Bisa juga seorang pembimbing rohani, seorang pastor, atau siapapun yang memiliki kapasitas yang baik untuk fungsi ini.

Buat saya, ruang Sakramen Rekonsiliasi (Sakramen Tobat) dan seorang bapa pengakuan adalah tempat untuk membawa dosa ini kepada terang. Saya mengaku dosa kepada seorang imam senior sebulan sekali, sebulan dua kali, bahkan seminggu bisa satu sampai dua kali. Setiap kali saya masuk ruang pengakuan dosa, saya akan mengungkapkan dosa yang sama, dosa yang itu-itu lagi. Dan setiap kali, imam senior tersebut akan memberikan nasehat yang menguatkan. Tidak ada penghakiman, yang ada hanya cinta yang mengalir, dan hati saya pun dibanjiri pengampunan tanpa batas dari Sang Maha Cinta.

Katekismus Gereja Katolik mengatakan bahwa rahmat yang kita terima lewat sakramen bergantung pada iman atau sikap hati yang menyertai penerimaan sakramen itu (lih. KGK 1128). Maka, setiap kali saya masuk ruang pengakuan dosa, saya juga mengerahkan segala kekuatan iman percaya saya pada cinta dan rahmat yang akan saya terima. Saat imam mengangkat tangannya untuk memberikan absolusi, saya serukan dalam hati saya sekuat-kuatnya, bahwa saya mau terima cinta dan rahmat Tuhan seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, dan sebanyak-banyaknya — sebanyak yang Tuhan mau berikan buat saya. Lalu, mengalirlah dengan derasnya anugerah ilahi seperti banjir di musim hujan, seperti terangnya sinar matahari di musim kemarau, seperti kuatnya belas kasih yang mengalir dari atas kayu Salib.

Fokus pada Cinta Tuhan, bukan pada dosa!

Waktu saya mengarahkan hati saya pada Tuhan Yesus, dan bukan pada dosa, hati ini menjadi lebih tenang, dan langkah kaki menjadi lebih kuat. Saya tidak lagi menceritakan dosa-dosa itu di ruang pengakuan dosa, sebab kasih Allah telah membebaskan saya. Terpujilah Tuhan, kasihNya selalu menang!

Melihat ke belakang, ada beberapa hal yang saya kagumi dari cara kerja Tuhan. Kalau saya ditanya tentang kesan apa yang paling kuat tergores di hati, tanpa berpikir dua kali, saya akan segera menjawab: cinta Tuhan! My goodness! His love is so strong, so gentle, and so faithful! At the end of the day, hanya cinta ini yang sanggup memuaskan hati kita.

Pornografi dan masturbasi adalah tipuan belaka.

Banyak orang berpikir bahwa pornografi dan masturbasi membawa kepuasan dalam hidup kita. Ini jelas-jelas bohong. Tuhan menciptakan seks untuk lelaki dan perempuan mengungkapkan cinta mereka lewat pemberian diri secara bebas, total, setia, dan berbuah. Kita menyebut ungkapan ini “pernikahan suci”. Problem terbesar dari pornografi dan masturbasi ini adalah bukan karena fenomena ini memperlihatkan tubuh manusia terlalu banyak, tapi justru terlalu sempit dan sedikit. Bayangkan, manusia yang sesungguhnya punya harkat dan martabat yang agung sesuai citra Allah, dipandang hanya sebagai bagian-bagian tubuh untuk dinikmati sebagai obyek kepuasan semu.

Seorang penikmat materi pornografi adalah selalu seseorang yang sebetulnya rindu akan cinta Tuhan, tetapi seringkali ia tidak sadar akan hal itu. Ia pikir kebutuhannya akan kepuasan seks adalah kebutuhan fisik belaka, yang akan terpuaskan apabila dilampiaskan lewat masturbasi. Tanpa ia sadari, ia terjebak dan mulai tidak bisa lepas dari kebiasaan masturbasi. Sedemikian melekatnya kebiasaan ini sampai terkadang membayangkan materinya saja sudah menumbuhkan rasa nyaman tertentu.

Apakah ini benar yang dicari? Kepuasan sesaat yang kemudian mengikat dan tidak bisa lepas? Yang awalnya dipikir tidak apa-apa karena tidak merugikan orang lain, sekarang telah menjadi adiksi. Yang awalnya dipikir adalah kebebasan pribadi untuk memenuhi kebutuhannya, sekarang menjadi rantai yang membelenggu hidupnya. Kalau kita sampai tidak berdaya untuk berkata “tidak”, apanya yang bebas?

Hari ini saya prihatin melihat orang yang terbelenggu pornografi dan masturbasi, bukan karena mereka buruk, tapi justru karena saya tahu pasti bahwa sebetulnya mereka jauh lebih baik, lebih mulia, dan lebih agung daripada apa yang mereka hidupi hari ini. Setidaknya ada 3 (tiga) hal yang menjadikan pornografi dan masturbasi sebagai perusak hidup kita:

(1) Pornografi dan masturbasi melucuti manusia dari kemampuannya untuk mewujudkan cinta sejati.

Cinta sejati tidak pernah menggunakan tubuh yang lainnya sebagai sarana pemuasan diri, tapi cinta sejati selalu rela berkurban bagi kebaikan sesama. Tubuh tidak pernah terlepas dari pribadi yang memiliki tubuh itu. Pemanfaatan tubuh seseorang untuk kepuasan seksualku berarti sama saja mengatakan, “Kamu itu bukan pribadi yang utuh yang aku hormati. Kamu itu cuma barang yang aku pakai sebagai sarana pemuasan nafsu seksku.”

Para penikmat pornografi memiliki kecenderungan untuk memandang orang lain sebagai bagian-bagian tubuh saja. Kalau bagian tubuh tertentu memiliki daya untuk memberikan rangsangan yang bisa dinikmati, maka orang itu disebut seksi. Perlahan-lahan hormat dan penghargaan bagi sesama tidak lagi diberikan karena ia memiliki harkat dan martabat manusia, tapi karena ia memiliki bagian tubuh tertentu yang layak dinikmati.

Cara pandang seperti ini jelas menjadikan seseorang dangkal dalam memahami pribadi orang lain. Akibatnya ia semakin terkurung dalam kedangkalan dirinya sendiri.  Bicara tentang lelaki misalnya, jelas seorang lelaki sejati adalah seseorang yang mampu berpegang pada kebenaran, serta berani berkurban demi cinta bagi kebaikan sesama. Lelaki yang menggunakan tubuh perempuan untuk kepuasan dirinya sendiri pastinya jauh dari konsep ideal lelaki sejati.

(2) Pornografi dan masturbasi merusak otak manusia.

Kebanyakan orang tidak tahu bahwa adiksi pornografi merusak sel-sel otak manusia. Menurut beberapa studi, kerusakan sel-sel otak yang diakibatkan oleh adiksi pornografi lebih parah daripada kerusakan sel-sel otak yang diakibatkan oleh adiksi narkoba. (http://thegospelcoalition.org/article/9-things-you-should-know-about-pornography-and-the-brain/)

(3) Pornografi dan masturbasi adalah penghancur kehidupan pernikahan.

Setiap orang yang menikmati materi-materi pornografi semakin lama akan semakin membutuhkan pilihan rangsangan yang lebih luas dan tingkat rangsangan yang lebih tinggi. Untuk itu ia mencari berbagai materi yang memberikan tingkat kepuasan yang terus meningkat. Akibatnya otaknya terbiasa untuk menikmati kepuasan rangsangan dengan cepat dan berganti-ganti terus. Karena mekanisme rangsangan di otaknya telah membentuk pola tertentu, maka dalam waktu beberapa saat ia segera membutuhkan tubuh orang lain lagi untuk ia nikmati. Seberapapun cantiknya dan baiknya istrinya, ia tidak akan pernah puas. Tidak heran kalau menurut data statistik, orang-orang yang adiksi pornografi memiliki tingkat perceraian yang tinggi.

Kabar gembira untuk para porn addict!

Ada banyak cerita kehancuran orang-orang yang terbelenggu adiksi pornografi. Dalam usaha mencari arti hidup dan keutuhan yang sejati, banyak korban berjatuhan akibat jerat tipuan ini. Mereka adalah orang-orang yang baik, orang-orang yang sering kali kita jumpai di kantor-kantor dan bekerja dengan tanggung jawab, dan bahkan orang-orang yang berdiri di mimbar untuk memberitakan Kabar Gembira. Mereka seperti perempuan Samaria yang menimba air di sumur saat teriknya matahari.

Yesus dan Perempuan Samaria (Injil Yohanes 4:4-42)

Kabar Gembira yang sesungguhnya adalah, di siang itu, ada seorang Lelaki yang juga duduk di pinggir sumur, menawarkan air kehidupan. Barangsiapa minum air ini, ia tidak akan haus lagi. Di tengah-tengah pencarian akan pemuas dahaga kehidupan, ada pribadi yang menawarkan pemuasan sejati – air kehidupan – cinta Tuhan yang tanpa syarat. Pribadi ini sanggup untuk menerima semua dosa-dosa, luka-luka, dan bahkan kehancuran hidup setiap manusia, sebab di Hati-Nya ada banyak ruangan untuk kita beristirahat dan menikmati keutuhan sejati. Seluruh sejarah dan semua manusia diundang untuk bermuara di Hati ini. Di sini kita bisa berlabuh setelah pencarian panjang yang meletihkan dan bahkan melukai jiwa kita. Siapa pun yang menerima cinta Tuhan, ia akan disembuhkan, dipulihkan, dan dipuaskan.

Saya tahu ini dengan pasti, sebab saya telah menempuh perjalanan ini, dan menemukan Allah yang dengan setia telah berjuang memenangkan hati saya. Luar biasa rasanya mengenal Allah yang tidak pernah putus asa atas kerapuhan saya. Hidup ini menjadi berarti bukan karena apa yang saya lakukan, tapi karena apa yang Dia telah lakukan buat saya, dan apa yang akan Dia lakukan esok hari. I can’t wait to be surprised by God everyday. He is good, and His name is Jesus.

Jangan berhenti pada pornografi dan masturbasi!

Pornografi dan masturbasi hanya menawarkan kepuasan semu dan kehancuran. Mari berjalan terus dan lebih jauh lagi ke Hati Tuhan Yesus untuk menemukan makna hidup dan kepenuhan yang sejati. Mari rayakan kelelakian dan keperempuanan yang sesungguhnya, mari raih hidup yang penuh arti, mari temukan kekuatan cinta yang membebaskan kita untuk meraih mimpi-mimpi besar.

Kita semua diciptakan untuk sebuah keluhuran, keagungan, dan kebesaran kasih Allah. Ada mimpi-mimpi besar yang Tuhan tanamkan dalam hati banyak orang, mimpi akan dunia yang lebih baik, mimpi untuk diwujudkan oleh lelaki dan perempuan yang percaya bahwa cinta Tuhan lebih besar daripada kerapuhan diri mereka. . . .

Nama saya Riko Ariefano. Saya pernah mengalami adiksi pornografi dan masturbasi selama belasan tahun, tapi Tuhan telah membebaskan saya, sebab kasih-Nya selalu menang!

Seperti yang ditulis dalam buku Shake Ur Body.

SHAKE UR BODY - Cover-page-001

Judul buku: Shake Ur Body
Penerbit     : Flamma Publishing
Website      : www.flammapublishing.com

Dapatkan tulisan-tulisan inspiratif lainnya dalam buku-buku terbitan Flamma Publishing.

About Riko Ariefano

Riko Ariefano adalah seorang suami dan wirausahawan yang telah melayani orang muda lebih dari 20 tahun.

Sejak menjadi pembicara di usia 19 tahun, ia telah diundang ke berbagai negara untuk mewartakan Kabar Gembira, khususnya tentang iman Katolik, panggilan hidup orang muda, servant leadership, serta Teologi Tubuh dan aplikasinya, terkait identitas lelaki dan relationship.

Ia mendirikan komunitas Domus Cordis pada akhir tahun 2007 dan kerinduannya adalah melihat Gereja Katolik dipenuhi dengan orang-orang muda yang menjadi santo-santa modern. Di sela-sela kesibukannya, ia biasa dijumpai sedang duduk menikmati secangkir kopi, sambil ngebales e-mail, atau nge-like foto istrinya di Facebook!





One comment on “Cinta Tuhan Selalu Menang: Bebas dari Pornografi

  1. Rio says:

    Sangat terberkati.. Trima kasih kak
    Salam hormat dan damai sejahtera dari Tuhan Kita Yesus Kristus 😇

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top