Doa… Doa… Apa Arti Doa Sebenarnya?

“Apakah doa itu?” Kebanyakan orang kalau ditanya pertanyaan itu, sebagian besar mungkin mengatakan “berbincang-bincang dengan Tuhan“ atau “saat kita memohon kepada Tuhan“.  Jawaban itu benar.  Tapi di sini, kita mau lebih mendalami lagi arti dari doa, serta apa sih sebetulnya guna dari doa itu.

St. Agustinus dari Hippo, seorang pendoaMukjizat doa justru menunjukkan diri di sana, di pinggir sumur, tempat kita mengambil air. Di sana Kristus bertemu dengan setiap orang; Ia mencari kita, sebelum kita mencari Dia, dan Ia meminta: “Berilah Aku minum!” Yesus kehausan; permohonan-Nya datang dari kedalaman Allah yang merindukan kita. Entah kita tahu atau tidak, di dalam doa kehausan Allah menemui kehausan kita. Allah merasa haus akan kehausan kita akan Dia “ kata Santo Agustinus dari Hippo.

Setiap manusia sebetulnya mempunyai kehausan untuk mencari sang penciptanya.  Tapi dalam perjalanan hidup kadang kehausan ini terhalang atau tertutup oleh kenikmatan dunia yang lain.  Tapi nyatanya, tidak ada di dunia ini yang bisa memuaskan kehausan tersebut.  Tuhan tidak berubah, dan Dia tetap mencari kita, Dia ingin bersahabat dan berbincang-bincang dengan kita.  Dia ingin memberikan “air“ itu untuk menghilangkan dahaga jiwa kita. Saat kita merespon Tuhan, itulah yang dinamakan doa.

Doa tidak mengubah keputusan Tuhan, tapi doa justru mengubah keputusan kita.

Kadang kita suka salah kaprah di mana kita berpikir bahwa doa bisa mengubah pikiran Tuhan.  Tuhan itu sempurna, di dalam Dia tidak ada perubahan atau kesalahan.  Keputusannya selalu adil dan yang terbaik buat kita.  Saat kita berdoa, justru doa itulah yang mengubah kita, mengubah pikiran kita, keputusan kita, harapan kita sehingga semuanya sejajar dengan kemauan Tuhan, dan kemauan Tuhan adalah rancangan yang baik, bukan rancangan yang mencelakakan (Yeremia 29:11).  Anggap apabila kamu mempunyai teman yang sangat baik, tiap hari kamu jalan dengannya, makan bersama, bersenda gurau bersama, susah bersama.  Lama kelamaan, dua teman ini akan terlihat mirip; mirip cara ketawanya, mirip cara berbicaranya, mirip cara pemikirannya.  Kenapa? Karena mereka sering bersama setiap harinya.  Begitu pula kalau kita sering berdoa atau dekat dengan Tuhan.  Lama kelamaan, kita berpikir mirip seperti jalannya Tuhan, bersikap mirip seperti sikapnya Tuhan, berbuat baik mirip seperti kebaikan Tuhan dan seterusnya.  Karena Tuhan yang sempurna, maka kita yang berubah dan bukan Tuhan yang berubah.

Jadi, kalau begitu mengapa kita perlu berdoa, sedangkan Tuhan akan memberikan yang terbaik kepada kita tanpa kita memohonnya?  Karena dengan memohon pun, doa kita tidak bisa mengubah pikiran Tuhan?  Pertanyaan yang sangat baik sekali!

Seperti kita tahu, Yesus mengajarkan kita berulang-ulang kali untuk berdoa, bahkan berdoa setiap saat seperti yang dikatakan di surat Paulus.   Sebagai analogi, saat seorang Ibu bekerja di dapur, sedang membuat kue untuk keluarganya, si Ibu ini memanggil anaknya yang masih kecil untuk membantunya.  Apakah si Ibu ini perlu bantuan? Pastinya tidak, malah mungkin lebih cepat kalau mengerjakan sendiri.  Tujuan si Ibu ini mengajak anaknya yang masih kecil untuk membantunya adalah agar si anak ini bisa merasakan kebanggaan, meningkatkan rasa percaya diri, dan meningkatkan harga diri karena ikut turut serta menyiapkan kuenya.  Daripada hanya memakan kuenya, tentu perasaan jauh lebih bangga, lebih percaya diri, kalau ikut menyiapkan dari awal.

Sama seperti Tuhan, Dia ingin kita berdoa karena Ia ingin kita bersama-sama denganNYA mempersiapkan suatu rancangan yang baik dalam hidup kita ataupun dalam hidup orang lain.  Sehingga kita semakin percaya, semakin meningkat harga diri kita, dan semakin menghargai pekerjaan Tuhan yang terlihat kecil sekalipun.  Dia mengangkat kita menjadi co-worker dan ini yang membuat iblis iri.  Iblis tidak suka saat kita berdoa, karena kita menjadi co-worker Tuhan.

Senantiasalah berdoa teman-teman, tidak usah terlalu khawatir akan permohonanmu! Karena sebelum kamu berdoa, Tuhan sudah tahu apa yang kamu butuhkan.  Tetapi berdoalah senantiasa dengan Tuhan, dimanapun kamu berada, dalam mengerjakan apapun.  Agar kita semakin mirip denganNYA sehingga kita bisa memancarkan atau menularkan kebaikan ini kepada setiap orang yang kita temui setiap harinya.  Prayer comes before service.

 

About Ernest Basarah

Ernest Basarah aktif melayani orang muda sejak tahun 1997. Ia pernah bertanggung jawab sebagai Koordinator Muda-mudi Katolik Indonesia di Orange County, California, Amerika Serikat, lalu menjadi Head of Formation/Spiritual Ministry komunitas orang muda Indonesia di Keuskupan Los Angeles. Ernest yang pernah mengambil studi Kitab Suci selama 3 tahun di Catholic Bible Institute, Loyola Marymount University, menjadikannya seorang Certified Bible Study Facilitator di Keuskupan Los Angeles. Kalau ada waktu luang, ayah dari tiga orang anak ini bisa dicari di driving range, asyik bermain golf.





One comment on “Doa… Doa… Apa Arti Doa Sebenarnya?

  1. Elizabeth says:

    Love this article!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top