Me Me Me Generation: “No Money, No Honey”

Hi, guys! Pernah ngga sih kalian nonton video di Facebook atau Youtube tentang Social Experiment Rich vs. Poor? Gue pernah lihat ceritanya seorang cowok stranger yang mau ngajak kencan cewek-cewek yang ia temui. Awalnya cowok itu akan ngajak cewek untuk kencan tapi dengan penampilannya yang pas-pasan. Biasanya si cewek akan menolak dengan berbagai alasan. Kemudian cowok itu pergi dan mengambil mobil Lamborghini-nya lalu mengajak cewek yang sama itu lagi. Biasanya saat itu si cewek akan menerima ajakan cowok tersebut. Hahaha.. Biasanya cowok-cowok yang nonton pasti langsung bilang “Wah cewe matre nih. Gue sih ga bakal mau sama cewek kaya gini.” Gambaran video tadi cocok sekali dengan tema Inspire Young People bulan Juni lalu: No Money, No Honey.

No Money, No Honey adalah realita yang ada dalam kehidupan kita dewasa ini. Sadar atau ngga budaya ini udah mendarah daging dalam kehidupan kita. Kita mengukur segala sesuatu berdasarkan materi dan penampilan. Misalnya, saat kita ke mal, kita pasti pernah lihat kan pasangan yang menurut kita ceweknya cakep banget, tapi cowoknya kurang gimana gitu. Kebanyakan kita pasti langsung mikir: “Wah, cowoknya pasti tajir banget nih!” See? Budaya yang kental ini lambat laun membentuk mindset yang menarik. Para cowok banyak yang beranggapan bahwa mereka harus punya duit sebanyak-banyaknya baru cewek-cewek akan datang menghampiri dia. Begitu juga dengan para cewek beranggapan bahwa harus punya pasangan yang ganteng, kaya raya, dan banyak duitnya, baru bisa bahagia. Happily ever after, katanya.

Menurut survei dari okezone.com tentang perceraian, ada 10 alasan utama yang menyebabkan perceraian di Indonesia. Guess what, selagi kita sibuk memilih pasangan berdasarkan materi dan penampilan, ternyata alasan pernikahan kandas kebanyakan bukan karena kurangnya hal tersebut, namun alasan-alasan lain yang krusial seperti: kurang usaha atau perhatian, KDRT, orang ketiga, komunikasi mandek, dan juga kehilangan identitas. Hal-hal ini seringkali lupa kita pertimbangin saat memutuskan untuk berpacaran dan menikah dengan orang pilihan kita. At the end of the day, choosing the right person is not about the money or the looks. Nah, gimana sih menurut Tuhan yang harusnya kita lakukan dalam memilih orang yang tepat? God have the solution.

(Sumber:  http://lifestyle.okezone.com/read/2015/10/18/196/1233670/10-penyebab-utama-perceraian-yang-harus-diwaspadai)

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” – 1 Samuel 16:7

We all know this story. Dikisahkan saat itu, Saul adalah rajanya bangsa Israel, yang dipilih oleh seluruh bangsa karena ia adalah yang paling cakep, paling berada, dan paling tinggi di antara semua bangsa Israel. That sounds like how we choose our boyfriend/girlfriend, right? Tapi karena Saul ngga pandai dalam memimpin bangsanya, ia banyak melakukan kesalahan fatal yang membuat Tuhan tidak berkenan. Lalu, kita tahu Tuhan pun memilih Daud, seorang anak yang badannya paling kecil dan kelihatannya paling lemah di antara semua orang. Why? Because God sees the hearts. Dan terbukti, pilihan Tuhan memang ngga salah, karena Daud sungguh menjadi raja yang kuat buat bangsa Israel.

Now, guys, that’s how God chose. How about you? God says, “Look for the hearts.” Tuhan mengajak kita untuk meletakkan hati sebagai prioritas utama dalam memilih pasangan yang tepat. Hati yang gimana sih? Tentunya hati yang melekat sama Tuhan, yang pasti akan menghasilkan pribadi-pribadi yang bijaksana, yang penuh kasih, yang mampu memimpin. Bisa jadi orang itu sekarang belum punya materi yang gimana banget, tapi kalo ia punya hati baik dan kemauan berusaha yang bener, you might want to consider that person, don’t you think so?

We have to start from ourselves. Jangan sampai kita sibuk mencari orang yang bener, tapi kita sendiri belum berubah menjadi pribadi yang bener. We need to change first, to be the best version of ourselves first. Then, we will attract the one who is right for us. Gue ngga akan bilang bahwa uang atau penampilan ga penting. They are! Tapi kalau kita hanya melihat itu sebagai ukuran kita dalam memilih, that is dangerous.

 At the end of the day, money and looks can vanish, but the hearts remain.

Video Inspire Young People:

Video talkshow:





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top