How to Improve the Quality of Your Life

Bagaimana cara untuk memperbaiki kualitas hidup yang kita miliki?

Siapa dari kita yang tidak mau punya hidup yang berkualitas? Kita semua pasti ingin punya kualitas hidup yang baik, dengan alasan sesederhana karena kita ingin hidup bahagia.

Dari mana datangnya hidup berkualitas yang kamu inginkan?

Kualitas hidup merupakan hasil dari sebuah proses, tahapan, sebuah hubungan sebab-akibat. Kadang-kadang, kualitas hidup seperti yang kita inginkan tidak terjadi karena salah satu tahapannya tidak terpenuhi, atau karena kita terburu-buru ingin melangkahi tahapannya, atau karena kualitas di dalam setiap tahapannya sendiri tidak terlalu baik.

Kualitas hidup berasal dari kualitas hasil.

Supaya kita punya bisnis yang berkualitas, kualitas hasil bisnis kita perlu optimal. Sama halnya, kalau kita mau punya hidup berkeluarga yang berkualitas, kita perlu menghasilkan situasi relasi personal yang berkualitas. Jangan berpikir kita bisa memiliki kualitas hidup yang baik dari kualitas hasil yang berantakan, ini sama saja bermimpi kita bisa naik kelas dengan nilai yang tidak mencukupi.

Kualitas hasil berasal dari kualitas tindakan.

Hasil bergantung dari tindakan yang kita ambil, dari performa kita. Contohnya, jika kita mengambil tindakan untuk mengembangkan tim, hasilnya tim akan berkembang dan mereka akan perform. Sebaliknya, kalau kita tidak mengembangkan tim, tim tidak akan berkembang dan tidak akan perform. Inilah sebab kenapa saya seringkali bertanya kepada mereka yang menginginkan hasil yang lebih baik dengan pertanyaan: tindakan apa yang telah kamu ambil, atau yang tidak kamu lakukan, sehingga hasilnya menjadi seperti sekarang ini. Dengan pertanyaan ini, kita jadi bisa memikirkan, tindakan apa yang perlu kita ambil untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Kualitas tindakan berasal dari kualitas keputusan.

Kita baru bisa mengambil tindakan yang berkualitas jika kita tahu bagaimana membuat keputusan yang lebih berkualitas. Kita seringkali menghubungkan tentang membuat keputusan yang baik – atau berkualitas – dengan kebijaksanaan. Kita mungkin akan bertanya-tanya, apa yang membedakan orang yang “bijaksana” dengan yang “kurang bijaksana” dalam pengambilan keputusan ini. Perbedaannya adalah pada pertanyaan yang mereka ajukan.

Kualitas keputusan berasal dari kualitas pertanyaan yang kita ajukan.

Mengajukan pertanyaan yang berkualitas ini menjadi benar-benar, sangat, sungguh-sungguh penting. Setiap dari kita punya pertanyaan unggulan atau kumpulan pertanyaan yang selalu kita ulang, setiap kali sesuatu terjadi di dalam hidup kita. Sebagai contoh, kalau saat kita membuat kesalahan, pertanyaan yang selalu kita ulang-ulang adalah “kenapa hal ini selalu terjadi padaku,” atau “kenapa aku ini bodoh sekali,” pertanyaan-pertanyaan seperti ini tidak akan memperbaiki kualitas keputusan yang akan kamu ambil, tetapi seolah-olah akan memberikan konfirmasi kalau kamu memang benar-benar bodoh. Kadang-kadang, pertanyaan berkualitas dihasilkan dari mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup sempit.

Kualitas pertanyaan yang kita ajukan berasal dari kualitas kepercayaan dan mimpi kita.

Kalau kita yang berbisnis percaya bahwa kita sama seperti yang lain, tidak unik, semuanya akan menjadi rata-rata, semuanya adalah komoditas belaka, ya seperti itulah yang terjadi. Kita tidak akan pernah mengajukan pertanyaan, “apa yang menjadi kekhasan dari usaha saya.” Yang ada, kita mungkin akan bertanya apakah kita masih perlu berada di bisnis ini – yang kelihatannya cuma tentang perang harga – atau mengapa bisnis kita tidak pernah berjalan seperti yang kita inginkan.

Prinsip yang sama juga berlaku untuk kita yang ingin menjalin hubungan. Kalau kita tidak percaya bahwa hal tersebut akan berhasil, yang kita tanyakan bukanlah bagaimana cara supaya ini berjalan baik, apa yang perlu kita usahakan agar berhasil, melainkan siapa orang selanjutnya untuk saya, yang akan membuat saya bahagia. Keyakinan dan mimpi yang berbeda akan membuat kita mengajukan pertanyaan yang berbeda.

Kita perlu memiliki keyakinan dan mimpi yang baik, percaya kalau kita mampu melakukannya. Ya, mungkin membutuhkan kerja keras, tetapi mungkin untuk dilakukan, sehingga kita akan mengajukan pertanyaan yang sesuai. Pertanyaan tentang bagaimana saya bisa melakukannya, daripada pertanyaan mengapa saya tidak bisa melakukannya.

Sekarang yang paling penting…

Kualitas kepercayaan dan mimpi berasal dari kualitas pengetahuan dan pendidikan.

Kualitas pengetahuan dan pendidikan bukan melulu soal akademi. Beberapa orang bisa sukses sebagai teladan (role model) dan berhasil dalam masyarakat, bisa jadi mereka adalah orang yang putus sekolah. Walaupun pendidikan akademis, sekolah itu penting, yang lebih penting adalah pengetahuan apa yang kita timbun dalam hidup kita. Dari mana kualitas pengetahuan kita dapatkan? Kita mendapatkannya dari orang-orang di sekeliling hidup kita, dari kualitas pendamping dan guru-guru di sekeliling kita, dari lingkungan kita.

Seperti apa lingkunganmu? Lingkungan seperti opera sabun, buku romansa, atau lingkungan yang berbobot? Buku seperti apa yang kamu baca, buku seperti apa yang tidak kamu baca? Program televisi seperti apa yang kamu tonton, yang mana yang tidak kamu tonton?

Dengan siapa kamu bergaul – orang-orang yang memiliki pandangan negatif, atau orang-orang sukses? Apakah kamu bergaul dengan orang-orang yang berada di bawahmu, supaya membuatmu merasa sangat hebat? Amsal 13:20 berkata,

“Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang.”

 

Yang perlu kamu lakukan.

Kalau kamu menginginkan hidup yang berkualitas, inilah 2 (dua) hal yang saya minta kepadamu untuk kamu lakukan. Pertama, lihat daftar ini, dan temukanlah satu atau dua bagian, yang kamu ketahui menghambatmu dari memperoleh hidup yang berkualitas. Apakah itu karena kamu membuat keputusan yang kurang tepat karena mengajukan pertanyaan yang kurang tepat, atau kamu mengajukan pertanyaan yang kurang tepat karena kamu tidak memiliki keyakinan dan mimpi yang tepat?

Kedua, apa yang akan kamu lakukan terhadap hal tersebut, bagaimana kamu meningkatkan kualitas yang kamu ketahui cukup lemah. Sebagai contoh, kalau kamu tahu, penyebab kamu memiliki kepercayaan dan mimpi yang rendah adalah karena bergaul terlalu banyak dengan seseorang teman yang sangat negatif – dia membuatmu merasa dirimu sangat payah sehingga kamu tidak bisa memiliki kepercayaan yang cukup untuk melakukan apa yang ingin kamu lakukan – mungkin di tahun yang baru ini, yang perlu kamu lakukan adalah mencari teman baru. Atau kalau kamu tahu, kamu kurang memiliki pengetahuan di area tertentu, kamu bisa mulai dengan mengikuti lokakarya (workshop), seminar, atau mungkin kamu perlu mencari orang yang berpengalaman, yang bisa membimbingmu.

Jadi, sekali lagi, temukan satu atau dua bagian yang lemah, dan apa yang akan kamu lakukan terhadapnya. Semoga penjelasan ini bisa membuatmu menjalani tahun yang lebih keren dan menyenangkan. God bless!

Cynthia Wihardja

About Cynthia Wihardja

Cynthia adalah seorang top-ranked international business coach yang memiliki misi menuntun orang muda menjadi pemimpin-pemimpin yang sukses. Ia percaya bahwa kepemimpinan adalah sebuah panggilan, bukan hanya sebuah pekerjaan. Keahliannya di bidang bisnis dan psikologi akan menolongmu melihat banyak hal, seperti tujuan personal, life balance, komunikasi, pengelolaan emosi, dan performa yang tinggi, dari sudut pandang yang lebih kaya.

Saat ini, Cynthia melayani sebagai Board Member in the British Chamber of Commerce di Indonesia dan melayani komunitas-komunitas nirlaba. Iman Katolik menolongnya menemukan tujuan, kepenuhan, dan kedamaian hidup. Melalui pengalaman-pengalaman dalam hidupnya, ia mulai mengerti kenapa Tuhan memberikannya talenta yang demikian, serta mempertemukannya dengan orang-orang di sekelilingnya. Cynthia juga percaya kalau ajaran Gereja dan bisnis bisa berjalan bersamaan, karena menolong orang lain akan membutuhkan uang dan perbaikan sistem.





One comment on “How to Improve the Quality of Your Life

  1. Yunianto says:

    tulisan yang sangat bagus..senang bisa membacanya
    tks untuk sang penulis, JBU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top