Jorok! Waktunya Bersih-bersih!

Sudah menjadi budaya tahunan bagi orang-orang di Amerika Utara untuk bersih-bersih rumah setiap musim semi (spring), terutama membersihkan garasinya yang penuh dengan barang-barang yang tidak terpakai. Mereka menamakannya “Spring Cleaning“. Rumah kita juga sering penuh dengan barang-barang yang sudah tidak terpakai, tapi kadang masih sayang untuk membuangnya, akhirnya barang-barang tersebut terus kita simpan, bahkan terus terbawa sampai pindah rumah.

Dalam bahasa Inggris, masa Prapaskah disebut “Lent” — dari kata Anglo-Saxon “Lecten” — yang berarti musim semi, dan memang waktunya hampir selalu jatuh pada musim semi. Kalau tradisi orang-orang Amerika pada musim semi adalah berbenah dan membersihkan rumahnya, maka secara spritual kita pun harus mempunyai tradisi yang sama. Lent adalah waktu kita membersihkan kotoran-kotoran yang ada di hati kita selama ini, yaitu segala dosa-dosa kita. Lent juga bukan hanya pembersihan secara spiritual, tetapi semuanya, yaitu tubuh, jiwa, dan Roh. Karena pertobatan membawa pemulihan bukan hanya pada taraf spiritual saja, tetapi juga mencakup tubuh, jiwa, dan Roh.

Dosa telah merampas kehidupan abadi Adam dan Hawa, sehingga mereka mengenal kematian jasmani dan rohani. Sebaliknya, pertobatan akan memulihkan tubuh jasmani dan rohani yang terkorupsi oleh dosa. Seperti diceritakan di Lukas 15 tentang anak yang hilang. Waktu anak yang hilang kembali pulang, dia diberikan jubah, cincin, sepatu, dan dipilihnya lembu jantan sebagai hidangannya. Secara simbolis, anak yang hilang itu dipulihkan dalam tubuh jasmani dan rohaninya. Cincin melambangkan pemulihan spiritual, yaitu hubungan anak dan Bapa; sepatu melambangkan pemulihan/pembebasan jiwa, yaitu suatu jiwa yang bebas, bukan lagi seorang budak; jubah melambangkan pemulihan status, bahwa dialah ahli waris seperti layaknya seorang anak Raja. Yang terakhir adalah lembu jantan, melambangkan pemulihan jasmani setelah dia menderita kelaparan, akhirnya dia dikenyangkan. Bapanya memulihkan segalanya, Bapanya bersuka cita ketika anaknya yang hilang datang, dan Bapanya telah mempersiapkan semuanya ini.

Tuhan pun menunggu kita, yang terus berdosa ini, untuk kembali kepadanya. Dia akan memulihkan jasmani dan rohani kita saat kita bertobat kepadanya. Tubuh, jiwa, dan roh saling berkaitan. Tidak heran kalau kita menjumpai seseorang yang mendapatkan kesembuhan jasmani ketika dia datang bertobat kepada Tuhan dan menyesali semua dosanya. Banyak juga orang yang mengalami kebebasan dalam jiwanya saat mereka mengampuni orang yang bersalah kepada mereka, sehingga yang tadinya jiwanya pemurung, sekarang bisa lebih ceria.

Apapun yang kita alami sekarang, marilah kita datang kepada Tuhan, yang selalu menunggu kita, sehingga hidup kita dipulihkan dalam segala aspek. Kita perlu mempersiapkan diri dan membuka hati kita agar Tuhan memeriksa dan menyelidiki hati dan batin kita (Mzm 26:2).

Periksa dirimu!

Pertama-tama, kita memeriksa kerohanian kita: Apakah roh telah kenyang “makan” atau tidak pernah “makan”? Sama seperti tubuh jasmani, roh kita pun perlu makan makanan rohani. Makanan Rohani kita adalah cinta Tuhan dan firman-Nya. Kita terhubung dengan cinta Tuhan saat kita berdoa, merenungkan firman-Nya, menolong sesama, dan Ekaristi.

Untuk jiwa kita, apakah kita masih hidup dalam ketakutan dan depresi, atau dalam kepahitan tertentu? Apakah kita mengetahui dari mana sumbernya? Telusurilah sumber itu, dan berikan kepada Tuhan, agar Tuhan memberikan pembebasan. Mungkin karakter kita kasar karena dulu banyak kepahitan dalam hidup kita; atau pemarah karena terus menerus menyimpan dendam terhadap seseorang; atau penakut karena sering diejek dan tidak dianggap pada waktu kecil. Apapun keadaannya, Tuhan ingin kita mempunyai jiwa yang kuat, bebas dan bahagia.

Untuk badan kita, apakah kita sudah hidup sehat? Sudahkah kita menyempatkan waktu untuk berolah raga dan menjaga apa yang kita makan? Badan adalah bait Roh Kudus (1Kor 6:19), dan kita harus menjaganya agar tubuh bisa terus sehat, dipakai oleh Tuhan untuk melakukan karya-Nya sampai waktu yang telah ditentukan; biar tubuh boleh menikmati berkat Tuhan sampai pada waktunya, melihat anak-anak kita dewasa, berkeluarga, dan mandiri.

Mari bersih-bersih di masa prapaskah!

Yesus ingin membuat semuanya menjadi indah! Janganlah kita membawa beban dosa kita terus menerus, tetapi saat inilah saat yang tepat untuk membuang apa yang tidak perlu dalam hati kita. Mulailah bersih-bersih di hati kita dan datanglah kepada Yesus!

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Injil Matius 11:28)

 

About Ernest Basarah

Ernest Basarah aktif melayani orang muda sejak tahun 1997. Ia pernah bertanggung jawab sebagai Koordinator Muda-mudi Katolik Indonesia di Orange County, California, Amerika Serikat, lalu menjadi Head of Formation/Spiritual Ministry komunitas orang muda Indonesia di Keuskupan Los Angeles. Ernest yang pernah mengambil studi Kitab Suci selama 3 tahun di Catholic Bible Institute, Loyola Marymount University, menjadikannya seorang Certified Bible Study Facilitator di Keuskupan Los Angeles. Kalau ada waktu luang, ayah dari tiga orang anak ini bisa dicari di driving range, asyik bermain golf.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top