Kamu yang Mana: 3 Tipe Mantan

Hari Kasih Sayang atau Valentine’s Day selalu mengingatkan kita akan berbagai relasi cinta, entah dalam film Hollywood, novel, atau true story kita masing-masing. True story ini ada yang berakhir dengan happy ending, tetapi nggak jarang juga berakhir dengan mengganti status menjadi “mantan”. Nah, coba lihat 3 tipe mantan ini:

  1. Mantan Super

Siap-siap Untuk Pernikahan. Ini adalah tipe mantan yang belajar dari pengalaman dan berusaha untuk lebih bijaksana dalam relasi berikutnya, supaya siap untuk menikah.

  1. Mantan Koper

Kooperatif. Ini adalah tipe mantan yang walaupun sudah putus, tapi tetap saja berhubungan setiap hari, bahkan mencari-cari alasan untuk bisa ngerjain proyek bareng. Sejenis TTM gitu lah.

  1. Mantan Baper

Bawa Perasaan. Nah, tipe yang ini biasanya nggak terima dengan keadaan, lalu complain terus, ngedumel terus, bahkan bisa jadi nge-tweet bejibun demi mendapatkan perhatian orang.

Lalu kamu termasuk tipe yang mana?

Dalam surat Filipi 3:13, Santo Paulus mengatakan “… aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” Paulus menyesali apa yang terjadi di masa lalunya, tetapi ia tidak tenggelam dalam kegagalannya, apalagi jadi baper dan berkoar-koar cari perhatian. Ia bersandar pada kasih dan pertolongan Tuhan, lalu move on untuk hidup yang lebih baik!

Nah, para mantan di seluruh dunia, mari kita menimba cinta dan kekuatan dari Tuhan untuk melanjutkan hidup kita, dengan lebih bijaksana dan penuh harapan. Percaya deh sama Tuhan, sebab Dia selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Coba share info ini ke teman-teman kamu yang membutuhkan. Siapa tahu salah satunya akan reply dan ngajak kamu dinner di Hari Valentine tahun ini.

Jadilah mantan super!

About Riko Ariefano

Riko Ariefano adalah seorang suami dan wirausahawan yang telah melayani orang muda lebih dari 20 tahun.

Sejak menjadi pembicara di usia 19 tahun, ia telah diundang ke berbagai negara untuk mewartakan Kabar Gembira, khususnya tentang iman Katolik, panggilan hidup orang muda, servant leadership, serta Teologi Tubuh dan aplikasinya, terkait identitas lelaki dan relationship.

Ia mendirikan komunitas Domus Cordis pada akhir tahun 2007 dan kerinduannya adalah melihat Gereja Katolik dipenuhi dengan orang-orang muda yang menjadi santo-santa modern. Di sela-sela kesibukannya, ia biasa dijumpai sedang duduk menikmati secangkir kopi, sambil ngebales e-mail, atau nge-like foto istrinya di Facebook!





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top