Ketika Persahabatan Tidak Berjalan Sesuai Harapan

Saya tidak bisa membayangkan diri saya hari ini tanpa teman-teman saya. Setelah keluarga, sebagian besar hidup saya lewati bersama teman-teman terdekat. Di masa-masa sulit, mereka hadir dan tidak meninggalkan saya. Di lain pihak, saya juga pernah mengalami kekecewaan karena pertemanan. Memang, persahabatan nggak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ini beberapa catatan kecil mengenai persahabatan yang bisa kamu ingat-ingat kalau hal itu terjadi.

Nggak semua orang mau berteman denganmu, dan nggak apa-apa.

Setiap orang memiliki alasannya masing-masing, dan hal tersebut ada di luar kendali kita. Kalau kamu menemukan dirimu sedang memaksa, atau memanipulasi seseorang, supaya dia mau menjadi temanmu, berhentilah. Tuhan kita, Yesus, sebagai manusia adalah manusia yang paling sempurna di dunia, tetapi tetap ada saja orang yang nggak mau berurusan dengan Dia.

Kamu belum memiliki seorang sahabat, tetapi memiliki beberapa teman dekat, dan ini sah-sah saja.

Ketika masih kecil dan situasi hidupmu belum terlalu ribet, kamu bisa berbagi segala hal dengan satu orang saja. Namun, bertumbuh dewasa, situasimu makin kompleks, dan kamu menemukan kalau satu orang belum tentu cocok diajak berdiskusi tentang semua hal yang terjadi dalam hidupmu. Mungkin kamu lebih cocok berbicara mengenai hobi dengan teman yang satu, dan berbicara tentang spiritualitas dengan teman yang lain. Sah-sah saja. Jika seiring perjalanan waktu, ternyata kamu menemukan seseorang yang dengannya kamu bisa berbagi segala hal luar dalam, bersyukurlah karena dia adalah hadiah dan anugerah dari Tuhan untukmu.

Situasi hidup berubah, dan persahabatan berubah, dan ini juga nggak apa-apa.

Kalian mungkin akhirnya terpisah karena berbeda sekolah, berbeda kota, berbeda pulau, berbeda negara. Aktivitas kalian mungkin jadi sangat berbeda karena temanmu mengambil jurusan kedokteran yang penuh jaga malam, sementara kamu mengambil jurusan desain yang tugasnya menggunung. Atau temanmu akhirnya menikah dan sangat sibuk mengurus rumah tangganya. Persahabatan kalian pun berubah karena situasi. Masing-masing bertemu dengan teman-teman baru. Nggak apa-apa. Cobalah sebisamu untuk tetap berkomunikasi secara rutin. Namun, kalau situasi memang nggak memungkinkan, walaupun persahabatan kalian nggak lagi seperti dulu, satu hal yang setidaknya bisa tetap kamu lakukan adalah mendoakan sahabatmu dengan tulus.

Kamu akan tahu siapa yang temanmu dalam kegagalanmu.

“Ketika kamu sukses, teman-temanmu tahu siapa kamu sebenarnya; ketika kamu gagal, kamu tahu siapa temanmu yang sesungguhnya,” kata Tano Shirani. Sangat mudah untuk menemukan teman ketika kita ada dalam kesuksesan. Namun, mereka yang tetap tinggal bersama kita dalam situasi yang terbawah, adalah mereka yang sungguh-sungguh mengasihi dan peduli terhadap kita, merekalah temanmu yang sesungguhnya.

Belajar mempercayai lagi setelah dikhianati.

Kalau kamu pernah merasakan sakitnya dikhianati oleh teman sendiri dan persahabatanmu dengannya berakhir, mungkin kamu tergoda untuk menutup diri dan bertekad untuk tidak mau lagi mempercayai siapa pun. Semakin besar rasa sakit hatimu, bisa semakin tinggi tembok atau benteng pertahanan diri yang kamu bangun. Namun, tindakan seperti ini tetap nggak akan membuatmu bahagia, karena manusia menemukan kebahagiaannya melalui hubungan dengan sesamanya. Walaupun sulit dan menjadi sangat berhati-hati, cobalah untuk memutuskan untuk kembali percaya dalam persahabatan. Cobalah untuk kembali membuka diri terhadap orang-orang baru yang datang ke hidupmu. (Baca artikel INSPIRE: 5 Hal untuk Membangun Persahabatan yang Awet dan Bermakna)

Yesus selalu akan menjadi teman sejatimu, sahabatmu, di dalam situasi apapun.

Mungkin ada masa-masa di dalam hidupmu, saat kamu menemukan nggak ada seorang pun yang sungguh mengerti dirimu. Mungkin kamu merasa tetap sendirian walaupun dikelilingi oleh banyak orang. Mungkin juga kamu jadi benar-benar sendirian karena dikhianati sahabatmu. Kalau kamu mengalami hal-hal seperti ini, ingatlah akan Yesus.

Yesus ingin memiliki persahabatan yang erat denganmu. Ia selalu melihatmu sebagai seseorang yang menarik dan ingin kamu juga merasakan hal yang sama terhadap-Nya. Begitu inginnya Tuhan bergaul dengan kita, sampai-sampai Ia memilih untuk menjadi manusia, karena kasih mendambakan persatuan dengan yang dikasihinya. Yesus ingin menjadi teman dan sahabat yang paling mengerti dirimu, siap untuk dihubungi kapan pun, dan siap untuk menemanimu. “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran,” kata Amsal 17, dan persis inilah yang ingin Yesus lakukan bagimu.

Sama seperti persahabatan dengan teman akan tumbuh seiring dengan usaha dan berjalannya waktu, persahabatan dengan Yesus pun demikian. Jadikanlah Yesus sebagai teman dan sahabatmu yang sejati, dalam suka dan duka, dan Ia akan menjadi sumber kebahagiaan dan kekuatanmu menghadapi segala hal dalam hidup.

“Ketika tidak ada seorang pun yang mendengarkan aku lagi, Allah masih mendengarkan aku. Ketika aku tidak bisa lagi berbicara kepada seorang pun atau memanggil seseorang, aku masih dapat berbicara kepada Allah. Ketika sudah tidak ada lagi orang yang dapat membantuku berurusan dengan kebutuhan atau pengharapan yang melebihi kemampuan manusia untuk berharap, Ia dapat menolongku. Ketika aku telah benar-benar tenggelam dalam kesendirian . . . ; kalau aku berdoa, aku tidak pernah benar-benar sendiri.” (Paus Benediktus XVI)

About Friesca Saputra

Walaupun berprofesi sebagai dokter, Friesca adalah orang muda yang sangat mencintai segala sesuatu tentang iman Katolik sejak kepulangannya ke dalam Gereja. Baginya, ilmu pengetahuan dan iman Katolik tidaklah bertentangan, sehingga "iman dan akal budi adalah seperti dua sayap di mana roh manusia naik ke kontemplasi kebenaran," ini menjadi motto hidupnya.

Sejak tahun 2012, ia bergabung dengan karya kerasulan Youth Mission for Life (YML) yang bergerak untuk membela kehidupan, serta mempromosikan KB alamiah (KBA), yang salah satu hasilnya adalah aplikasi OVULA Women Fertility. Ia juga turut berkontribusi dalam penulisan buku Renungan Harian Perempuan "Treasuring Womanhood" bersama teman-teman perempuan lain. Karyanya di dunia maya dimulai sejak ia direkrut menjadi salah satu admin page Katolik.





3 comments on Ketika Persahabatan Tidak Berjalan Sesuai Harapan

  1. Marla says:

    Bagaimana dengan benefitnya apakah saya mendapatkan sebagai 50 pendaftar berikut nya?
    Tuhan memberkati,😃😃😃

  2. Marla says:

    Hai Frieska Saputra senang membaca dan kenal kamu lewat artikelmu,alam persahabatan, God bless you 😃😃😃

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top