MENGATUR KEUANGAN PRIBADI DENGAN IMAN DAN SYUKUR

Young People, siapa di sini yang masih kesulitan mengelola keuangan pribadi? Kalau kita belum terbiasa untuk mengelola keuangan pribadi, ada baiknya kita mulai mempelajarinya. Selain untuk diri sendiri, bagus juga kalau kalian berniat untuk membina rumah tangga, supaya kondisi keuangan keluarga bisa tetap terpantau. Berikut ini beberapa tips bagi kalian yang mau belajar untuk mengelola keuangan pribadi.

1. Mencatat Pengeluaran

Setidaknya, ada dua metode pembayaran yang umum kita gunakan, yaitu tunai (termasuk debit) atau kredit. Apapun metodenya, kita perlu membiasakan diri untuk mencatat pengeluaran setidak-tidaknya selama 3 (tiga) bulan, dan dikategorikan menurut jenis kebutuhan. Pembagian kategori yang umum, misalnya untuk transportasi, makan, hobi, atau juga untuk pengeluaran tersier (hedon atau unfaedah) yang kita lakukan. Setelah itu, kamu bisa melihat persentasi dari masing-masing jenis kebutuhan tersebut, bagian mana yang paling besar.

Hal ini penting dilakukan agar kita bisa menumbuhkan kesadaran diri dalam melihat atau menyesuaikan kembali proporsi uang yang kita habiskan untuk kebutuhan pokok atau pengeluaran unfaedah dibandingkan kondisi pemasukan kita yang terbatas. Pencatatan ini tidak terlalu sulit. Kita bisa menggunakan aplikasi yang menyediakan model pencatatan keuangan harian yang sederhana dan praktis. Banyak kok aplikasi gratis yang bisa kamu unduh.

2. Menentukan Tujuan Masa Depan

Setelah kita memeriksa seluruh pengeluaran kita, selanjutnya kita perlu mencatat dan memikirkan target kita ke depannya. Mau menikah? Mau punya kendaraan pribadi? Mau punya properti? Walaupun uangnya belum tercukupi saat ini, kita perlu merencanakannya dari sekarang, karena apa yang kita capai tahun depan, 5 tahun ke depan, atau 10 tahun ke depan adalah hasil akumulasi kerja kita saat ini. Kalau mau, kamu bisa menuliskan tujuanmu dengan detail, misalnya kamu mau memiliki mobil SUV dengan harga tertentu.

3. Melakukan Penyesuaian antara Pengeluaran dan Tujuan

Setelah melihat kenyataan bagaimana kita memperlakukan keuangan kita biasanya (poin nomor 1) dan membandingkannya dengan impian kita (poin nomor 2), kita perlu melakukan penyesuaian dalam persentase (%) pengeluaran kita, berapa persen dialokasikan untuk keperluan sehari-hari, persembahan kasih, menyimpan dana darurat, dana untuk investasi, atau dana untuk kesehatan. Perlu juga melihat rencana dalam 3 atau 5 tahun ke depan, supaya kita bisa menghitung berapa dana yang perlu kita sisihkan atau simpan untuk mencapai rencana tersebut. Pedoman umumnya tentu saja untuk melakukan pengeluaran yang masih sesuai dengan pemasukanmu.

“Cukupkanlah dirimu dengan gajimu.”

 — Yesus (Luk 3:14)

Walaupun sudah ditulis di paragraf sebelumnya, tetapi perlu diingatkan bahwa menyiapkan dana darurat yang tidak tidak boleh diganggu dalam kebutuhan receh juga sangat penting. Dana darurat adalah dana yang kita sisihkan dan simpan untuk digunakan kapan saja dalam situasi darurat. Idealnya, dana darurat dimiliki sebesar 3-6 bulan gaji. Kalau kamu belum memiliki dana darurat, kamu bisa menyisihkan sekitar 10% dari pendapatan kotor. Dana darurat ini sifatnya liquid (cair), artinya dapat digunakan atau ditarik kapan saja ketika dibutuhkan. Untuk menyimpan dana darurat ini, sebaiknya gunakan rekening yang terpisah dari rekening yang biasa kamu gunakan, supaya tidak tiba-tiba habis terpakai.

4. Keuangan yang Beriman dan Bersyukur

Penting banget untuk kita berdoa dan menyerahkan keuangan kita pada penyelenggaraan Tuhan. Kita sangat terbiasa memohon berkat finansial kepada Tuhan. Namun, hal penting selain memohon berkat dari Tuhan, kita juga perlu memperlakukan keuangan kita sebagai tanda iman dan syukur kepada Tuhan. Artinya, keuangan kita juga bisa menjadi berkat bagi orang lain, karena sampai saat ini pun Tuhan masih memberikan kita cukup sesuai dengan kebutuhan kita hari ini.

Sebagai orang beriman Katolik, kita punya kewajiban untuk memperhatikan kebutuhan saudara-saudari kita. Milik kita bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk Tuhan dan sesama. Hal pertama yang sangat baik untuk kita lakukan setelah mendapatkan penghasilan adalah dengan memberikan persembahan kasih, sebagai tanda iman dan syukur atas penyelenggaraan Tuhan. Besarnya tergantung dari kita sendiri. Secara umum, panduannya adalah 10% dari penghasilan, tetapi bisa juga kurang dari itu. Bisa juga kalau kita ingin mulai dari jumlah yang sangat kecil, kemudian bertahap sampai bisa 10%. Bahkan kamu bisa saja tergerak memberi lebih. Yang penting adalah niat tulus kita untuk memberi dengan syukur dan konsisten.

Memang, ada kalanya kita berada dalam kondisi sangat pas-pasan. Pada saat seperti itu, berdiskresilah dengan hatimu mengenai urusan ini dengan Tuhan. Namun, kalau secara umum kita memang punya kecenderungan untuk hampir selalu merasa ketakutan dengan kondisi keuangan yang kita alami, kita boleh melihat ayat ini untuk belajar percaya bahwa Tuhan selalu memegang kendali atas hidup kita, atas kondisi keuangan kita: “Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan,” (Maleakhi 3:10). Dia jauh lebih murah hati ketimbang diri kita yang kikir dan selalu takut berkekurangan. Penyelenggaraan Tuhan dalam hidup kita jauh lebih besar daripada apa yang kita berikan kepada-Nya.

5. Komitmen sesuai Rencana dan Terbuka pada Tuntunan-Nya

Setelah kita menyelesaikan penyesuaian dan rencana, kita perlu menjalankan komitmen keuangan dengan setia. Semua rencana ini tidak ada artinya kalau kita tetap serampangan dalam menjalankan keuangan kita.

Selain itu, kita juga boleh membawa semua pertanyaan dan kebimbangan kita dalam keuangan melalui doa. Kalau kamu kesulitan melepaskan kebiasaan hedon, bingung bagaimana harus menaruh uangmu di investasi, atau bagaimana kamu bisa memberi lebih banyak bagi Dia, katakan semuanya kepada Tuhan. Tuhan menyukai doa yang jujur dan terbuka darimu. Mintalah Tuhan untuk membantumu bertindak bijaksana, tapi tetap murah hati, dan mempergunakan keuanganmu dalam iman dan syukur.

Tuhan memberkati!





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top