Sepi, Aku Benci Sendirian!

Buat sebagian orang, sendirian bisa sangat menyiksa. Mereka jadi punya anggapan, kalau sendiri ya artinya elu kesepian. Ada juga yang namanya “autophobia“, gangguan kecemasan dengan rasa terpuruk, cemas, takut, dan gelisah jika harus sendirian, sekalipun nggak dalam waktu yang lama.

Sebuah riset menunjukkan bahwa 1 dari 10 orang warga Inggris hampir selalu atau sering mengalami kesepian. Masalah sosial yang dialami oleh 9 juta orang Inggris inilah yang membuat Perdana Menteri Inggris menunjuk seorang menteri, di awal tahun 2018 ini, untuk mengatasi masalah kesepian di negaranya itu. Bayangin, urusan kesepian sampai ada menterinya!

Bukan hanya yang jomblo!

Ternyata, kesepian itu bukan cuman milik para jombloers muda. Riset juga mengungkapkan banyak lansia merasa kesepian karena sudah nggak lagi berbincang dengan teman atau saudaranya.

Buat kamu yang baca artikel ini dan masih punya oma atau opa, mulai sering ajak mereka ngobrol-ngobrol santai ya. Mungkin kamu bakal kangen sama masa-masa itu nanti,

Ada juga orang-orang yang merasa kesepian, meskipun di tengah keramaian. Punya ketenaran, pacar keren, teman banyak, tapi entah mengapa terasa ada yang kosong di hatinya. Juga, bukan hanya orang-orang dengan kepribadian ekstrovert—yang biasanya merasa ‘terisi penuh’ kalau dikelilingi banyak orang—yang bisa merasa kesepian; dan hanya karena seseorang memiliki kepribadian introvert—yang merasa energinya pulih ketika memiliki waktu sendirian—bukan berarti mereka nggak pernah merasa kesepian.

Secara fisik, mungkin kita sedang sendirian, tetapi belum tentu secara emosional kita merasa kesepian. Sebaliknya, kita mungkin berada di tengah-tengah keramaian, tetapi bisa saja kita merasa kesepian secara emosional. Dari sini, kita bisa melihat kalau sendiri bukan berarti sepi. Seringnya, karena takut kesepian, kita menolak untuk sendirian. Padahal, sendirian nggak selalu bikin kita kesepian. Ditambah lagi, kalau tahu cara menghadapinya, sebenarnya ada banyak manfaat dari sebuah kondisi kesendirian.

Belajar dari Adam.

Kalian pasti pernah mendengar Kisah Penciptaan. Di dalam kisah Kejadian 2, keberadaan hanya seorang diri pertama kali dialami oleh Adam. Ketika Allah sudah menciptakan dunia dan segala isinya, Adam hanya seorang diri sebagai manusia. Apa yang dilakukan Adam dalam kesendiriannya itu?

Pertama, Adam membangun persahabatan yang erat dan intim dengan Tuhan. Dalam Kejadian 2:15-17, kita bisa melihat komunikasi yang secara langsung terjadi antara Allah dengan Adam. Persahabatan ini membuat Adam menemukan hidup yang berlimpah cinta kasih Tuhan, dan membuatnya sanggup melakukan pekerjaannya. Dalam kesendirian, Adam nggak kesepian.

Kedua, Adam bekerja dan mengeksplorasi dirinya. Waktu itu, pekerjaan pertama Adam adalah memberi nama bagi para hewan. Seiring berjalannya waktu, Adam menemukan perbedaan antara dirinya dengan hewan-hewan yang sudah ia beri nama. Di dalam kesendiriannya, ia menemukan keunikan dirinya, menyadari perbedaannya dari yang lain.

Jadi, apa yang bisa dilakukan saat kesepian?

Kalau kamu saat ini merasa kesepian, kamu juga bisa mencontoh Adam. Hal-hal ini yang bisa kamu lakukan untuk dirimu:

  1. Berdamailah dengan Tuhan. Terkadang, kesepian adalah ajakan Tuhan untuk bersahabat erat denganmu. Mungkin selama ini kamu terlalu sibuk dengan aktivitasmu, sehingga membuat pertemananmu dengan Tuhan hanya sebatas kenalan yang sambil lalu.
  2. Berdamailah dengan diri sendiri. Bukanlah suatu kemunduran jika kita merasakan sepi, sunyi, hening, atau pun sendiri. Mungkin kita takut sendirian karena nggak mau terlihat lemah di mata orang lain. Atau kita takut sendirian karena ngeri menghadapi diri sendiri dengan berbagai kelemahannya. Begitu kita sendirian, masa lalu, kegagalan kita, atau hal-hal lain mulai bermunculan. Kalau ada hal yang perlu didamaikan di dalam dirimu, jangan takut untuk menghadapinya. Mintalah bantuan Tuhan untuk melihat ke dalam dirimu sendiri, dan hadapi setiap kelemahanmu bersama-Nya.
  3. Eksplorasi dirimu sendiri. Beranilah untuk melakukan berbagai hal baru yang ingin kamu coba. Kembangkan kegemaran atau bakat terpendammu selama ini. Solo traveling bisa jadi pilihan mengisi akhir pekan. Efeknya, kamu bisa jadi lebih ‘kenal’ dengan dirimu sendiri.
  4. Bangunlah persahabatan yang baik dengan orang lain. Ada waktunya bagi kita untuk keluar, berinteraksi dengan orang-orang lain. Membangun persahabatan membuat kita menerima cinta Tuhan melalui perantaraan orang lain, dan sebaliknya belajar juga membagikan cinta Tuhan kepada mereka. Penting untuk diingat, kalau kamu merasa kesepianmu begitu hebat dan berat sampai mengganggu aktivitasmu sehari-hari, segeralah berkonsultasi dengan psikiater, psikolog, atau pembimbing rohani.
  5. Jangan terburu-buru pacaran atau menikah. Kesepian nggak perlu bikin kita memaksakan diri untuk segera punya pacar atau memilih pasangan yang mungkin nggak terlalu cocok dengan kita. Kesepian nggak bisa jadi pembenaran buat kita pacaran atau menikah, karena dalam pacaran atau pernikahan perlu saling melayani dan mengasihi dengan baik dan benar yang diusahakan terus menerus, bukan sekedar memenuhi perasaan hati kita saja. Maka, lebih baik kita menyiapkan kondiri diri dan hati yang siap untuk menyambutnya di waktu dan saat yang tepat.

Meskipun saat ini kamu sendirian, atau merasa kesepian, ingatlah bahwa kehadiranmu di dunia ini sangatlah penting dan berarti. Sungguh. Kalau kamu ingin tahu betapa berharga keberadaanmu saat ini, tanyakan saja kepada Tuhan di dalam doamu.

Sesederhana berkata, “Tuhan, tunjukkan kepadaku seberapa berharganya aku di mata-Mu.”

Cari tahu lebih banyak dari firman Tuhan, dan kunjungi Dia lebih sering dalam Ekaristi.

Saya pernah mencoba mengikuti Misa harian sebanyak 3 (tiga) kali dalam seminggu, dan secara menakjubkan, kekosongan di dalam hati saya terisi penuh, disertai dengan perasaan damai, sukacita, dan begitu dicintai yang sulit dijelaskan.

Ya, bisa jadi jawaban yang kamu peroleh akan berbeda dengan jawaban yang diperoleh orang lain. Namun, percayalah walaupun kita sendirian, Tuhan masih ada bersama dengan kita, dan kita nggak akan pernah benar-benar sendirian.

“Dan setiap hari, lebih-lebih ketika hatimu merasakan kesepian hidup, berdoalah.” (St. Padre Pio)

 

SEPI ≠ KARENA AKU SENDIRI.

About Devi Natalia

Seorang anak muda lulusan fakultas hukum di salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta. Mulai aktif melayani Tuhan sejak umur 19 tahun. Sejak tahun 2011, ia menjabat sebagai Koordinator Persekutuan Doa Orang Muda Katolik selama 3 tahun. Saat ini, ia berkontribusi dalam Renungan Harian Wanita Treasuring Womanhood dan tim doa Flamma Cordis. Di waktu luang, ia pergi traveling, mendaki gunung, camping, snorkeling, dan melakukan banyak olahraga outdoor lainnya.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top