Supaya Jatuh Cinta Tetap Terkendali

Jatuh cinta berjuta rasanya
Biar siang, biar malam
Terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta indahnya
Biar hitam, biar putih
Manislah nampaknya

Dia jauh, aku cemas tapi hati rindu
Dia dekat, aku senang tapi salah tingkah
Dia aktif, aku pura-pura jual mahal
Dia diam, aku cari perhatian
Oh, repotnya!

Jatuh cinta berjuta indahnya
Dipandang, dibelai, amboi rasanya
Jatuh cinta berjuta nikmatnya
Menangis, tertawa karna jatuh cinta
Oh, asyiknya!

http://masakanlezat.com

Kalau baca lirik lagu lawas di atas, kamu yang lagi jatuh cinta pasti akan bilang, “Gila, ini gue banget!” Dalam kondisi jatuh cinta, apalagi kalau perasaan sukamu berbalas manis, maka perasaan senang, tegang, deg-degan, sulit tidur, lebih energetik, sulit fokus terhadap pekerjaan, semuanya terasa campur aduk seperti gado-gado.

Apa yang terjadi ketika kita jatuh cinta?

Waktu kita jatuh cinta, otak kita menghasilkan zat-zat tertentu secara lebih aktif. Misalnya, dopamin, zat yang berhubungan dengan sistem kesenangan atau kepuasan tubuh. Kondisi yang sama terjadi setelah kita puas makan enak, minum kopi kesukaan, melakukan hubungan seksual, bahkan kecanduan obat-obatan terlarang. Saat kita jatuh cinta, sistem ini menjadi aktif. Selain dopamin, ada juga hormon kortisol, hormon yang berhubungan dengan respon stres; juga vasopresin dan oksitosin, hormon yang berhubungan dengan “bonding”. Hormon-hormon yang meningkat ini membuat kondisi kita dalam keadaan hipomania, yaitu sebuah keadaan dengan mood lebih meningkat daripada biasanya.

Orang lain biasanya bisa melihat perubahan kita yang sedang jatuh cinta. Kita biasanya akan terlihat lebih ceria, banyak senyum, berdandan lebih cantik dan rapi, lebih banyak melihat hape untuk melihat kabar atau respon chat darinya, banyak bengong karena berkhayal, terlihat lebih bersemangat, dll. Hal ini bukan hal yang buruk, tetapi keseruan jatuh cinta bisa membuat kebiasaan harianmu sedikit berantakan, karena kamu menambahkan sebuah kebiasaan baru ke dalam aktivitas dan kesibukan harianmu. Banyak berkhayal dan main hape bisa mengganggu belajar atau pekerjaanmu. Rasa ingin selalu dekat dan ngobrol lebih banyak membuatmu tidur jauh lebih malam demi chatting atau teleponan dengan si dia. Kurangnya waktu tidur bisa mempengaruhi konsentrasi kerja esok hari. Belum lagi, kamu bisa saja jadi cenderung menyendiri dan menarik diri dari lingkungan sosial selama ini karena memprioritaskan gebetan atau pacarmu.

So, supaya semuanya tetap terkendali, apa yang perlu kamu lakukan kalau kamu jatuh cinta?

  1. Menyadari dan mengakui pada diri sendiri

Kita harus menyadari dan mau mengakui bahwa kita sedang dalam fase jatuh cinta, bahwa fase ini akan ada dalam bulan-bulan mendatang. Para ahli mengatakan bahwa fase jatuh cinta ini biasanya berlangsung sekitar beberapa bulan sampai maksimal 3 tahun (dengan rentang waktu rata-rata 18 bulan). Kamu bisa mulai mengantisipasi perilaku-perilaku yang akan timbul selama fase ini.

  1. Tetap berpikir logis

http://www.roastbrief.com.mx

Ketika sedang jatuh cinta, banyak pikiran logis atau teori yang sudah kita ketahui dan pelajari, tiba-tiba saja menghilang entah kemana. Misalnya, pada saat tidak sedang jatuh cinta, kita tahu bahwa perbedaan yang jelas nyata akan menjadi hambatan dalam hubungan. Namun, waktu lagi jatuh cinta, tiba-tiba saja kita bisa berpikir, “Gak apa-apa. Jalanin aja dulu. Lihat nanti. Love will find a way!” Karenanya, walaupun sedang jatuh cinta, tetaplah membuka diri terhadap saran atau masukan dari orang-orang terdekat kita. Mereka memikirkan yang terbaik untuk kita.

  1. Tetap menjalankan aktivitas dan berkumpul dengan orang lain

Menurut para ahli, saat seseorang sedang jatuh cinta, maka 85% pikirannya akan berada pada orang yang dicinta.  Oleh sebab itu, kita banyak melihat orang yang sedang jatuh cinta hanya terfokus dengan pasangannya, dan hampir seluruh waktunya diberikan untuk sang kekasih. Mengetahui hal ini, aturlah waktu dengan lebih baik. Tetaplah mengerjakan kewajiban yang harus kamu kerjakan. Juga ada baiknya kalau kamu membawa pacarmu di pertemuan keluarga atau saat berkumpul dengan teman-teman. Dengan demikian, kamu masih bisa tetap berdua dengan pacarmu tanpa menutup sosialisasi dengan keluarga dan teman.

  1. Tidak terburu-buru membuat keputusan

scottrossonline.com

Pada saat sedang jatuh cinta, kita cenderung berpikir bahwa hubungan ini akan berakhir di pelaminan, dan dia akan menjadi labuhan cinta terakhirku. Fase ini adalah fase yang penuh gejolak emosi dan tidak stabil secara psikologis. Maka, tidaklah bijaksana memutuskan sesuatu yang sekali seumur hidup, seperti menikah misalnya, pada fase ini.  Setelah semua percikan cinta itu hilang, dan keadaan emosi menjadi lebih stabil, barulah bisa dipikirkan untuk hubungan yang jauh lebih serius.

  1. Menguasai diri

huffpost.com

Dengan emosi yang bergejolak, tentu saja akan lebih sulit untuk dapat menguasai diri. Pada fase ini, kita akan lebih cenderung rela melakukan banyak hal untuk pasangan kita, sebagai tanda cinta kita, atau demi memberikan impresi yang positif. Berkorban sebagai tanda cinta, bukan hal yang negatif. Namun, kita harus berani untuk mengatakan “tidak” untuk sesuatu yang belum dapat kita berikan sebelum pernikahan terjadi. Ketertarikan  seksual pasti ada di dalam fase ini, keinginan untuk berhubungan lebih, yang bukan hanya sekedar memeluk atau mencium sangat mungkin terjadi. Namun, kita perlu ingat bahwa kita tidak ingin nantinya “terjebak” dan terpaksa tetap dalam sebuah hubungan dengannya hanya karena kita sudah melakukan hubungan seksual, atau karena hamil di luar nikah.

“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan, dan tidak mencari keuntungan diri sendiri.” (1 Korintus 13:4-5)

Yang tidak kalah penting:

Berdoalah

http://www.eligiblemagazine.com

Sertakanlah Tuhan dalam hubungan kalian. Mintalah Roh Kudus untuk selalu hadir dalam hubungan kalian. Biarkan Ia menjaga dan mengarahkan hubungan tersebut, serta percayalah bahwa Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik. Kita tahu yang terbaik adalah yang selalu membawa kita lebih dekat lagi dengan Tuhan. Ketimbang menuntut dan mengatur Tuhan supaya melancarkan hubunganmu, biarkan Tuhan yang mengatur hubunganmu.

Jatuh cinta adalah hal yang baik.

Tuhan memberikan fase ini terjadi kepada manusia. Manusia diberikan ketertarikan sebagai tahap awal, untuk selanjutnya saling berkomitmen, dan akhirnya beranak cucu. Percikan yang terjadi saat jatuh cinta tidak akan bertahan selamanya. Fase ini akan berakhir.

Setelah masa-masa jatuh cinta berlalu, semua akan tenang tanpa ada lagi perasaan yang campur aduk bergejolak itu. Pasca jatuh cinta, kita bisa melihat dengan “kacamata” yang lebih jelas, dan berpikir dengan lebih jernih. Apakah hubungan yang selama ini akan dibawa ke jenjang komitmen yang lebih tinggi? Apakah aku bisa menerima dia apa adaya? Apakah dia memang yang cocok dan kuinginkan menjadi pasangan hidupku seumur hidup? Apakah dia adalah yang kuinginkan untuk menjadi ayah/ibu anak-anakku nantinya? Jawabannya ada padamu.

Selamat menikmati jatuh cinta. Semoga tetap terkendali.

About Lucia Luliana

Lucia Luliana menempuh pendidikan spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Universitas Indonesia. Dokter yang akrab dipanggil "Zhen" ini menjadi praktisi perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus. Perjumpaan dengan Tuhan membawa perubahan dalam hati dan hidup Zhen, sehingga membuatnya ambil bagian dalam melayani Tuhan.

Dalam komunitas Domus Cordis, ia ambil bagian dalam bidang formasi orang muda. Zhen ingin berbagi lebih banyak lagi melalui tulisan-tulisannya, supaya orang muda juga melihat wajah Tuhan, dan ikut mengalami perubahan.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top