Take Risks: “Kapan Move On?”

Kesan yang muncul seperti bola lampu di benak saya saat mendengar kata “move on” adalah tentang pacaran – “Hmmm.. Topik biasa..,” pikir saya. Tidak saya duga sebelumnya, Inspire Young People (IYP) kali ini membuat kesan tersebut terasa tidak ada apa-apanya, seperti hanya sekuntum baby breath di antara rangkaian hand bouquet yang luar biasa indahnya. Terkesan lebay? Simak dulu..

I Forgive

Saya pernah membaca sebuah novel yang mengisahkan seorang ayah yang mempunyai seorang anak perempuan. Anak kesayangannya itu, dalam sebuah perjalanan, diculik dan dibunuh. Tragis. Tetapi diceritakan dalam novel tersebut, Tuhan membimbingnya untuk mengampuni pembunuh tersebut. Kisah itu membuat saya menangis dan terinspirasi. Saya tidak tahu, bahwa akhirnya saya bertemu dengan kisah nyata yang serupa di IYP.

Ibu Elizabeth dan bapak Suroto adalah tamu IYP kali ini. Mereka adalah orangtua alm. Ade Sara, siswi SMA yang dibunuh oleh kedua temannya. Saya merinding mendengarnya. Benar-benar merinding.

“Kalau orangtua meninggal, saya masih punya harapan membangun keluarga yang sekarang. Tetapi ini anak semata wayang saya yang dibunuh,” ujar Pak Suroto mengawali ceritanya. Berbagai pergulatan batin dialami hingga pasangan suami istri ini bisa mengampuni kedua pembunuh anaknya. Bagaimana bisa?!

“Hati saya mulai terbuka saat mendapat penglihatan di rumah sakit, seorang laki-laki berkata pada saya: Jangan membalas kejahatan dengan kejahatan. Saat Sara dikubur, saya hampir tidak kuat lagi. Tetapi ketika pengampunan terucap dari mulut saya, saya seakan tenggelam ke sebuah kolam yang dalam yang airnya adalah air kasih Tuhan. Saya seakan diberikan kasih seperti Tuhan melihat mereka: anak-anak yang membunuh Sara, mereka adalah anak Bapa di surga juga,” demikian cuplikan sharing mereka yang membuat banyak orang muda yang hadir menangis, dan menyalami mereka saat mereka turun dari panggung IYP.

Dalam Kitab Suci ada kisah seorang buta, yang ketika sembuh orang Farisi bertanya kepada Yesus: Apakah dia buta karena dosanya atau orangtuanya? Tuhan menjawab: itu adalah supaya Tuhan bisa menunjukkan kasih-Nya.

When you are going through hard times, keep going. Lewatin aja terus, jangan berhenti.

Liputan by Luisa Amanda (Instagram: luisageorgia; Website: melifewisdom.wordpress.com).

Tonton video Inspire Young People Talks berikut:

Dan tonton video talkshow bersama bapak Suroto dan ibu Elizabeth (ayah dan ibu Ade Sara) berikut:

 





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top