Take Risks: “Masih Zaman Kerja Sama Orang?”

Sebagai seseorang yang lahir dan dibesarkan di lingkungan pedagang dan pengusaha, tidak pernah terpikirkan sekalipun saat kecil akan seperti apa masa depanku ini, selain meneruskan toko orangtua dan jadi pengusaha sukses. Entah kenapa waktu aku duduk di bangku sekolah dasar, tak pernah sekalipun aku memikirkan berbagai macam profesi cita-cita teman-temanku sebagai masa depanku. Mungkin aku tidak kritis waktu itu.

Hidup terus mengalir, sekolah-sekolah-sekolah sampai akhirnya kuliah, lalu lulus, dan mulai bekerja. Karena tidak siap jadi pengusaha, maka kuputuskan bekerja pada suatu perusahaan. Tapi, aku tidak cukup bahagia dengan hidupku, semuanya salah! Aku tidak bahagia dengan karierku, tapi aku juga tidak yakin jadi pengusaha akan membahagiakanku. Tak cukup hanya menyesali hidup, aku juga sering iri melihat hidup orang lain, misalnya orang kaya dengan modal tak terbatas untuk mendirikan bisnis, atau orang yang sudah sukses sedari usia yang sangat muda. Kadang aku meyakini aku ini cocoknya jadi seorang profesional dan seharusnya aku hidup di luar negeri, sehingga bisa hidup layak dengan gaji karyawan. Tapi di lain waktu aku berpikir, “Apa mungkin sebaiknya aku jadi pengusaha saja ya?”

“Take Risks: Masih Zaman Kerja Sama Orang?” begitulah judul Inspire Young People Maret 2016. Cynthia Wihardja, seorang business coach yang sangat ahli di bidangnya, memberikan short course bagaimana menjadi seorang karyawan atau menjadi pengusaha yang sukses. Dalam talkshow, Andre Surya, seorang pengusaha sukses pemilik lembaga pendidikan, dan Hermawan Hosein, Dirut PT. SinarMas Asset Management, hadir sebagai narasumber untuk berbagi kisah mereka masing-masing, sehingga bisa mencapai kesuksesan di jalur profesi yang mereka pilih.

Banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapat selama 60 menit akan kunci kesuksesan, baik sebagai karyawan atau wirausahawan. Kalau kita masih belum yakin pekerjaan apa yang harus kita pilih, sebaiknya kita harus sering bertanya pada Designer kita: Apa tujuan Dia menciptakan kita. Kenali diri sebaik-baiknya, belajar dari masa lalu dan juga ketakutan-ketakutan kita; karena mungkin saja di sana terdapat clue tentang siapa diri kita sebenarnya. Selanjutnya kita dapat menggali lebih dalam lagi siapa diri kita melalui metode “Wealth Dynamics”, yaitu sebuah konsep dari Roger Hamilton yang dapat dipergunakan oleh siapapun, baik karyawan maupun pengusaha, untuk mencapai kesuksesan finansial dengan memaksimalkan personality dan natural talents seseorang. Karena kunci kesuksesan adalah “discover God given design and contribute at very best.”

Lantas bagaimana kalau kita bercita-cita menjadi pengusaha, namun saat ini masih bekerja? Bagaimana kita tahu apakah kita sudah siap berhenti berkerja dari perusahaan kita dan memulai usaha sendiri? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus berani jujur menilai diri kita “Apakah kita sungguh-sungguh telah berprestasi?” Karena berwirausaha bukan saja perihal produk, ide, dan/atau modal, melainkan kemampuan diri dan pengelolaan yang baik. Selain itu, apabila kita masih membutuhkan uang, pembelajaran, dan network, kita masih belum siap untuk berwirausaha. Pada dasarnya entrepreneurship itu merupakan sebuah passion, panggilan jiwa. Namun terkadang, entrepreneurship juga merupakan sebuah perjalanan hidup, maka apabila kesempatan itu datang, kita harus berani mengambilnya. Seperti yang ditekankan di atas, pengenalan diri adalah lentera jiwa. Kita tidak perlu selalu mengikuti lingkungan, karena tidak ada yang salah dan buruk dengan menjadi seorang karyawan. Tidak melulu seorang pengusaha bernasib dan memiliki tabungan yang lebih besar dibanding seorang karyawan. Karena menjadi seorang karyawan pun apabila dijalankan dengan passion, fokus, dan impian, juga bisa sangat menjanjikan.

Di akhir acara IYP, aku menyadari bahwa masih banyak sekali hal yang harus kupelajari dan kutingkatkan dalam diriku. Aku sangat bersyukur masih bisa bekerja sebagai seorang karyawan, tapi di masa depan siapa yang tahu mungkin saja kesempatan berwirausaha itu datang.

Tonton lebih lengkapnya di:

Video talkshow:





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top