Take Risks: “Mau Dibawa ke Mana?”

Mau dibawa ke mana, hubungan kita
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah nyatakan cinta
Mau dibawa ke mana, hubungan kita
Ku tak akan terus jalani
Tanpa ada ikatan pasti
Antara kau dan aku
(Armada – Mau Dibawa ke Mana)

Apa yang harus kita lakukan kalau ada di situasi seperti itu? Mau lanjut, tapi masih ragu; kalau mau udahan, juga bingung. Jadi gimana dong?

Violison Martheo dalam acara Inspire Young People dengan tema Take Risks: Mau Dibawa ke Mana membagikan satu tips ampuh yang bisa menjawab keraguan tersebut, yaitu tanya dulu dalam diri kalian masing-masing “Am I happy in my relationship?”. Menariknya, hasil survey secara kecil-kecilan yang dilakukan oleh tim Inspire Young People menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyebutkan kalau pacar ikut menentukan kebahagiaan diri mereka. Jadi kalau ada ekspektasi kita yang tidak tercapai dalam diri pasangan, itu akan berpengaruh terhadap kebahagiaan kita. Happiness is our decision and our responsibilities, not somebody else’s.

Mari mengevaluasi diri, sudahkah kita sebagai individu hidup secara bahagia? Talks lengkapnya bisa ditonton di bawah ini.

Edward Chen dan Agnes Prawoto sempat mengalami kebimbangan dalam hubungan yang mereka jalani karena adanya penolakan dari keluarga Edward. Perasaan marah pada Tuhan sempat dialami oleh keduanya. Namun, mereka terus berdoa dan berusaha percaya pada rencana-Nya meskipun teramat berat.

Saat ku tak mengerti rencana-Mu
Saat ku tak mengerti rencana-Mu
Pengharapanku hanya pada-Mu
(Edward Chen – Hatiku Percaya)

“Buat anak muda yang belum married, udah married, atau baru mau married, bener-bener harus libatkan Tuhan terus”, pesan Edward. Sharing lengkapnya bisa ditonton di bawah ini.





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top